Setelah 4 pertandingan babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026 di Asia, FIFA telah menjatuhkan total 27 penalti, dengan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) sebagai yang paling banyak memberikan penalti dengan 4 penalti. Menjelang pertandingan melawan tim Tiongkok (15 Oktober) di Qingdao, Tiongkok, tim Indonesia datang terlambat sehingga pertandingan ditunda. Akibatnya, PSSI didenda 10.000 franc Swiss (sekitar Rp290 juta). Sebelumnya, FIFA telah memperingatkan PSSI karena pertandingan antara tim Indonesia dan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Indonesia) tetap berlangsung pada 10 September, tetapi tidak dimainkan sesuai jadwal (ditunda).
Setelah hasil imbang 2-2 dengan tuan rumah Bahrain pada 10 Oktober, staf pelatih dan pemain tim Indonesia bereaksi keras terhadap keputusan wasit. Ketua delegasi Sumardji dilarang bermain oleh FIFA selama satu pertandingan dan asisten pelatih Kim Jong-jin akan absen dalam empat pertandingan. PSSI didenda tambahan 10.000 franc Swiss. Bapak Arya Sinulingga, anggota Dewan Eksekutif PSSI, menyampaikan: "Tidak ada jalan lain, PSSI hanya bisa mematuhi hukuman FIFA. PSSI perlu mengevaluasi kembali kesalahan-kesalahan, seperti keterlambatan pertandingan dan reaksi wasit. Kita harus memperbaiki proses penyelenggaraan agar situasi serupa tidak terulang."
Timnas Indonesia Bikin Heboh Usai Imbang 2-2 Lawan Bahrain
Meskipun PSSI telah berkomitmen, FIFA tetap menegaskan akan memantau secara ketat masalah keamanan saat tim Indonesia bermain di kandang pada pertandingan ke-5 dan ke-6 babak kualifikasi ketiga Piala Dunia. Tim akan menghadapi Jepang pada 15 November dan Arab Saudi pada 19 November. FIFA mengumumkan bahwa jika terjadi insiden, PSSI akan menerima sanksi berat tambahan. Setelah 4 pertandingan di babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026, tim Indonesia hanya meraih 3 hasil imbang dan 1 kali kalah. Pelatih Shin Tae-yong dan timnya meraih 3 poin, sementara berada di peringkat ke-5 Grup C.
[iklan_2]
Source: https://thanhnien.vn/fifa-giam-sat-chat-doi-tuyen-indonesia-185241112013016561.htm
Komentar (0)