Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Ghana – "Permata" Benua Afrika

Việt NamViệt Nam29/10/2023

Gerbang Kemerdekaan di Lapangan Bintang Hitam

Jejak kolonial

Terletak di Afrika Barat, Republik Ghana adalah negara dengan sejarah panjang. Pada abad ke-11, ekonominya berkembang berdasarkan pertanian, kerajinan tangan, dan perdagangan. Ghana memiliki cadangan emas, berlian, minyak, dan mineral langka yang besar. Oleh karena itu, dari abad ke-15 hingga ke-20, Ghana terus-menerus menjadi koloni Portugal, Inggris, dan Belanda. Ketika menyebut Afrika atau Ghana selama periode ini, kita tidak dapat melupakan sejarah kelam perdagangan budak transatlantik yang berlangsung selama berabad-abad.

Pada tahun 1957, Ghana menjadi negara Afrika pertama yang meraih kemerdekaan. Monumen-monumen bersejarah di ibu kota, Accra, menjadi saksi perayaan kemerdekaan di benua Afrika. Setiap tahun, pada tanggal 6 Maret – Hari Kemerdekaan Ghana – sebuah parade khidmat berlangsung di Black Star Square di jantung kota Accra. Di sinilah berdiri Gerbang Kemerdekaan – sebuah struktur arsitektur yang mewakili perjuangan Ghana untuk merdeka dari pemerintahan Inggris. Di atas gerbang terdapat simbol Bintang Hitam berujung lima, yang melambangkan Ghana dan Afrika. Tidak jauh dari situ terdapat taman, makam, dan monumen Kwame Nkrumah – presiden pertama Ghana yang merdeka, yang dilapisi marmer Italia.

Sisa-sisa perdagangan budak transatlantik di Ghana saat ini terlihat pada 32 kastil dan benteng di sepanjang pantai, yang dibangun pada waktu yang berbeda oleh pedagang Portugis, Spanyol, Denmark, Swedia, Belanda, Jerman, dan Inggris. Salah satu lokasi terpenting di jalur perdagangan budak dari Afrika ke Amerika adalah Kastil Cape Coast, yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1555, kemudian berada di bawah kendali Swedia, Belanda, dan akhirnya Inggris. Pada tahun 1807, perdagangan budak dilarang, digantikan oleh pertukaran logam mulia, gading, jagung, dan lada. Pada abad ke-18, Kastil Cape Coast menjadi pusat pendidikan Eropa di Ghana.

Saat ini, kastil ini merupakan salah satu objek wisata utama Ghana. Dengan dipandu oleh seorang penerjemah, pengunjung dapat mengikuti tur Kastil Cape Coast, mengunjungi Menara Dalzel, Penjara Budak, serta meriam dan mortir yang digunakan untuk mempertahankan kastil. Kastil ini juga menampung Museum Sejarah Afrika Barat, yang berisi koleksi seni dan artefak budaya yang berharga. Bersama dengan Kastil Cape Coast, UNESCO telah mengakui 31 benteng dan kastil lainnya di sepanjang pantai Ghana sebagai Situs Warisan Dunia .

Jelajahi dunia alam.

Ghana diberkahi dengan area hutan alami yang luas dan keanekaragaman flora dan fauna langka yang kaya. Untuk melihat satwa liar, pengunjung sebaiknya menuju Taman Nasional Mole – taman nasional terbesar dan tertua dari tujuh kawasan lindung di Ghana. Taman ini merupakan rumah bagi primata seperti kera vervet hijau dan babon; mamalia seperti babi hutan dan kuda nil; hyena tutul dan macan tutul; serta 344 spesies burung yang bersarang atau bermigrasi ke sana.

Jika Anda menyukai mendaki melalui hutan hujan tropis, Taman Nasional Kakum adalah tempat yang wajib dikunjungi. Taman ini merupakan rumah bagi puluhan spesies mamalia, termasuk monyet hidung berbintik, enam spesies rusa roe, dan populasi gajah hutan terpadat di Ghana. Namun, sebagian besar satwa liar ini cenderung "berkamuflase" di dalam kanopi hutan yang luas. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menikmati berjalan melintasi jembatan gantung setinggi 40 meter dan mengamati dunia pepohonan kayu keras yang masih alami seperti ebony dan mahoni. Banyak dari pohon-pohon berusia berabad-abad ini, yang mencapai ketinggian hingga 60 meter, merupakan habitat favorit bagi beberapa spesies hewan.

Warna-warna budaya yang semarak

Dengan sejarahnya yang panjang, Ghana merupakan perpaduan budaya asli yang khas. Masyarakat Ghana terampil dalam membuat barang-barang indah seperti boneka manik-manik, mangkuk kayu ukir, tas kulit, gendang djembe, dan keranjang Bolgatanga yang unik. Pengunjung sebaiknya membeli kain kente tradisional berwarna-warni dari suku Akan sebagai oleh-oleh. Setiap warna pada kain memiliki makna khusus: biru melambangkan perdamaian dan cinta; kuning melambangkan kerajaan, kekayaan, dan kecantikan. Selain itu, Ghana adalah salah satu produsen manik-manik terbesar di dunia, dengan manik-manik kaca dan manik-manik kerang yang digunakan untuk membuat gelang, gelang kaki, kalung, dan ikat pinggang. Jika Anda penggemar kosmetik alami, Anda tidak boleh melewatkan desa lumpur Hamamat, yang terkenal dengan shea butter-nya – pelembap kulit alami yang diekstrak dari pohon shea.

Dari bulan September hingga Desember setiap tahun, lebih dari 200 festival berlangsung, menampilkan berbagai parade warna-warni, tarian, dan pertunjukan musik. Ini juga merupakan waktu ketika suku-suku di seluruh Ghana merayakan festival panen, terutama festival Kundum untuk berterima kasih kepada Tuhan atas pasokan makanan yang melimpah; festival Damba, merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad dan waktu bagi keluarga untuk berkumpul; dan festival Odwira, yang diadakan untuk berdoa memohon perlindungan dari para dewa dan mengungkapkan rasa syukur kepada leluhur.


Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
BIARKAN MIMPIMU TERBANG TINGGI.

BIARKAN MIMPIMU TERBANG TINGGI.

Kota

Kota

Kebahagiaan dalam bertani

Kebahagiaan dalam bertani