Harga minyak dunia anjlok tajam pada tanggal 2 Februari, karena risiko geopolitik di Timur Tengah mereda, sementara penguatan dolar AS dan perkiraan cuaca yang lebih hangat di AS terus menekan pasar energi.
Dengan demikian, harga minyak mentah Brent turun sebesar $3,02, atau 4,4%, menjadi $66,30 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun sebesar $3,07, atau 4,7%, ditutup pada $62,14 per barel.
Alasan utama pembalikan harga minyak adalah sinyal positif dari hubungan AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang dalam "pembicaraan serius" mengenai isu nuklir, setelah seorang pejabat keamanan senior Iran mengkonfirmasi bahwa diskusi sedang berlangsung.
Selain itu, dolar AS menguat setelah Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya, sehingga membuat harga minyak lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Selain itu, prakiraan cuaca yang lebih hangat di AS mengurangi permintaan minyak pemanas, sehingga menurunkan harga berjangka diesel secara tajam. Di tengah melemahnya faktor pendukung, pasar sekali lagi khawatir tentang risiko kelebihan pasokan minyak global tahun ini, karena OPEC+ memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi hingga Maret 2026.
Sumber: https://vtv.vn/gia-dau-lao-doc-manh-100260203084602716.htm






Komentar (0)