Di London, harga tembaga berjangka tiga bulan naik 1,5% menjadi $13.195 per ton; aluminium dan timah juga mencatat harga tertinggi sejak tahun 2022. Harga tembaga spot di London Metal Exchange (LME) naik 0,9% menjadi $13.116,50 per ton.
Lonjakan permintaan tembaga di AS menjelang keputusan pajak Presiden Donald Trump telah mendorong harga komoditas tersebut naik lebih dari 20% sejak pertengahan November 2025. Para ahli percaya bahwa tren ini berasal dari prediksi bahwa pasokan akan bergeser ke AS untuk menghindari tarif impor di bawah pemerintahan Trump, yang menyebabkan kekurangan di pasar lain.
Logam dasar lainnya juga melonjak: aluminium naik 0,7%, menuju harga penutupan tertinggi sejak April 2022, sementara timah naik lebih dari 3%, sehingga kenaikannya sepanjang tahun ini mencapai 16%. Nikel dan aluminium juga melonjak minggu lalu, menunjukkan momentum kenaikan yang cukup solid di pasar logam.
Menurut Comex, persediaan tembaga – yang dianggap sebagai indikator utama pergeseran pasokan global – telah meningkat selama 42 minggu berturut-turut dan mencapai rekor tertinggi, mencerminkan permintaan yang kuat dari para investor.
Indeks LMEX, indeks komposit logam dasar, telah naik selama empat minggu berturut-turut dan mencapai level terbaiknya sejak Agustus 2025, yang menegaskan bahwa momentum kenaikan logam dasar tetap berkelanjutan.
Data agregat menunjukkan bahwa investor terus mengalirkan modal ke logam dasar, melihatnya sebagai saluran untuk mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter longgar AS, melemahnya dolar AS, dan ketidakpastian dalam rantai pasokan global.
Sumber: https://vtv.vn/gia-dong-tien-sat-muc-ky-luc-100260112182342257.htm






Komentar (0)