Sesuai rencana, pembangunan "komune inti digital" bertujuan untuk mewujudkan kebijakan utama Pemerintah Pusat tentang pengembangan ilmu pengetahuan , teknologi, inovasi, dan transformasi digital; dan sekaligus menciptakan pergeseran dalam metode tata kelola tingkat komune, dari manual menjadi berbasis data dan teknologi.
Tay Son sedang meningkatkan reformasi administratif dan membangun komunitas inti digital.
Komune Tay Son telah dipilih untuk dikembangkan menjadi model dengan ekosistem transformasi digital yang komprehensif, berdasarkan lima pilar: pemerintahan digital, ekonomi digital, masyarakat digital, inovasi, dan keamanan informasi. Model ini menempatkan warga dan bisnis sebagai pusat layanan, bertujuan untuk menciptakan nilai baru dan mendorong pembangunan sosial-ekonomi lokal.
Rencana tersebut menetapkan banyak target spesifik. Target-target ini meliputi tingkat kepuasan 98% atau lebih tinggi di antara warga dan bisnis yang menggunakan layanan publik daring; 100% prosedur dan dokumen administratif didigitalisasi dan diproses secara daring; dan pembayaran biaya dan tagihan dilakukan tanpa uang tunai. Lebih lanjut, 95% dokumen akan diproses sepenuhnya secara daring sesuai dengan prinsip "warga hanya perlu memberikan data sekali"; dan 100% umpan balik dan saran akan diterima dan diproses melalui sistem digital.
Di bidang masyarakat digital, komune Tay Son berupaya agar sekitar 80% penduduknya yang berusia 14 tahun ke atas memasang dan menggunakan platform iGiaLai; 90% penduduknya dibekali pengetahuan dasar tentang transformasi digital melalui "Gerakan Literasi Digital"; dan 100% pejabat tingkat komune dan pegawai negeri sipil dilatih dalam penerapan kecerdasan buatan dalam pekerjaan mereka, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas, kualitas manajemen, dan penyampaian layanan.
Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, Komune Tay Son akan menerapkan serangkaian solusi komprehensif di bidang pemerintahan digital. Fokusnya adalah pada penyelesaian infrastruktur digital, pengoperasian sistem manajemen dokumen, pemrosesan prosedur administrasi, ruang rapat tanpa kertas, sistem pelaporan sosial-ekonomi, dan peta digital untuk melayani manajemen lokal. Selain itu, pusat layanan administrasi publik tingkat komune akan dibangun secara modern dan profesional, dengan menerapkan teknologi digital secara maksimal.
Di bidang ekonomi digital, Komune Tay Son akan mendukung bisnis dan rumah tangga dalam menerapkan transformasi digital melalui e-commerce, pembayaran tanpa uang tunai, dan kontrak elektronik; serta secara bersamaan menerapkan model "pasar digital" di pasar tradisional untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, mendorong konsumsi, dan memperluas pasar.
Produk-produk khas lokal dan produk OCOP (Satu Komune Satu Produk) akan dipromosikan di platform digital. Bersamaan dengan itu, komune secara bertahap akan mengembangkan solusi pariwisata cerdas, secara efektif memanfaatkan potensi dan keunggulan yang ada untuk melayani pembangunan ekonomi lokal.
Tay Son juga bertujuan untuk mengubah 25-30 usaha rumahan menjadi perusahaan; dan mendukung sekitar 50% usaha dan usaha rumahan di wilayah tersebut untuk menerapkan transformasi digital dalam kegiatan produksi dan bisnis mereka.
Pemerintah daerah juga akan menerapkan sistem tersinkronisasi untuk pelaporan insiden, kamera pengawasan keamanan, dan saluran komunikasi digital, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi manajemen, memastikan keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan kualitas layanan bagi warga.
Rencana implementasi model "komunitas inti digital" di komune Tay Son.
Bersamaan dengan itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan model startup inovatif yang terkait dengan transformasi digital mulai dari tingkat akar rumput; menyelenggarakan kegiatan dan acara untuk mempromosikan semangat inovasi di masyarakat, secara bertahap membentuk ekosistem inovasi di tingkat komune.
Komite Rakyat Provinsi Gia Lai telah meminta agar implementasi model "komune inti digital" di Tay Son dilakukan secara serentak dan tegas, memastikan kepraktisan dan efektivitas, serta menghindari formalitas. Proses implementasi juga mendorong mobilisasi sumber daya sosial, terutama partisipasi bisnis teknologi dan telekomunikasi.
Hasil uji coba di komune Tay Son akan menjadi dasar untuk mengembangkan serangkaian kriteria evaluasi, memberikan landasan untuk mempertimbangkan replikasi model "komune inti digital" di seluruh provinsi, berkontribusi pada promosi transformasi digital dari tingkat akar rumput dan menciptakan dorongan baru untuk pembangunan sosial-ekonomi di masa mendatang.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/chuyen-doi-so/gia-lai-thi-diem-xa-hat-nhan-so-tai-tay-son/20260523120249023








Komentar (0)