
Gambar ilustrasi. Foto: VGP
Meskipun sedang berada di puncak musim panen, harga durian di banyak daerah penghasil di seluruh negeri terus turun tajam karena permintaan ekspor yang stagnan dan standar pembelian yang semakin ketat.
Saat ini, durian Monthong dibeli oleh pedagang di tingkat petani dengan harga sekitar 46.000 - 68.000 VND/kg, sedangkan durian Ri6 berkisar antara 28.000 - 38.000 VND/kg, mengalami penurunan sekitar 20 - 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut para petani durian dan Asosiasi Durian Dong Thap , curah hujan yang berkepanjangan akhir-akhir ini telah menurunkan kualitas buah, meningkatkan persentase buah yang belum matang, dan secara signifikan mengurangi hasil panen durian yang memenuhi standar ekspor.
Selain itu, penurunan harga durian di Thailand dan peningkatan kontrol kualitas oleh bisnis ekspor semakin menekan pasar, menyebabkan harga durian domestik tetap rendah.
Penurunan harga yang cepat dalam beberapa hari terakhir telah membuat banyak petani di wilayah Tenggara Vietnam cemas, karena buah mereka sudah siap panen tetapi para pedagang enggan membelinya.
Di Dong Nai , banyak petani melaporkan bahwa para pedagang yang sebelumnya telah memberikan uang muka dengan harga tinggi kini menunda panen atau meminta pembatalan kontrak karena harga pasar telah turun tajam. Jika mereka setuju untuk menjual kepada orang lain, para petani berisiko harus mengembalikan uang muka, sementara jika terus menunggu, buah berisiko matang melewati tahap kematangan optimalnya.
Tidak hanya para petani yang berada di bawah tekanan, tetapi banyak pedagang juga melaporkan kesulitan dalam menjual hasil panen mereka karena volume pembelian oleh bisnis tidak meningkat secara proporsional dengan panen. Hal ini memaksa banyak bisnis untuk menurunkan harga di tingkat petani guna mengurangi risiko kerugian.
Menurut perwakilan dari Asosiasi Buah dan Sayur Vietnam, tekanan penurunan harga telah diantisipasi karena puncak produksi sementara ekspor ke pasar Tiongkok masih belum benar-benar stabil.
Menurut pelaku bisnis ekspor, lebih dari 90% ekspor durian segar Vietnam masih bergantung pada pasar Tiongkok, sehingga pergerakan harga di masa mendatang akan terus sangat dipengaruhi oleh permintaan impor dari pasar ini.
Tidak hanya Vietnam, tetapi pasar durian regional juga berada di bawah tekanan akibat kelebihan pasokan di Malaysia. Menurut media internasional, produksi durian Malaysia diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2026 karena lahan luas yang ditanami sekitar satu dekade lalu secara bersamaan memasuki tahap panen. Hal ini menyebabkan harga banyak varietas premium seperti Musang King turun sekitar setengahnya dibandingkan akhir tahun lalu.
Di banyak wilayah Malaysia dan Singapura, toko-toko menerapkan berbagai program diskon, bahkan memberikan durian gratis untuk menghabiskan stok. Beberapa gerai juga menyelenggarakan program promosi untuk merangsang permintaan konsumen karena pasokan jauh melebihi permintaan.
Menurut para ahli, situasi kelebihan pasokan di Malaysia, ditambah dengan Vietnam yang memasuki musim panen puncak, akan semakin meningkatkan tekanan persaingan di pasar regional dalam periode mendatang.
Sumber: https://vtv.vn/gia-sau-rieng-giam-sau-giua-vu-100260703135156933.htm






