![]() |
| Pemangkasan prosedur administratif akan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi masyarakat dan pelaku bisnis. Foto TL |
Inti dari Dispatch Resmi 220 adalah mewajibkan kementerian, cabang, dan daerah untuk mempertimbangkan pemangkasan prosedur administratif sebagai tugas kunci dan terobosan, yang erat kaitannya dengan tanggung jawab pribadi pimpinan. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan transparan, sekaligus mengurangi kerumitan dan biaya tidak resmi bagi masyarakat dan dunia usaha. Fokusnya adalah meninjau dan mengusulkan pemangkasan setidaknya 20% dari jumlah prosedur administratif dan biaya kepatuhan yang ada, sekaligus menyederhanakan regulasi yang kompleks.
Prosedur administratif, baik berupa dokumen kertas maupun operasi di portal layanan publik, senantiasa mencerminkan sikap Negara terhadap warga negara. Setiap regulasi yang rumit dan dihapuskan merupakan langkah maju dalam budaya tata kelola pemerintahan. Setiap data yang terhubung dan dibagikan merupakan peluang untuk meningkatkan kepercayaan terhadap aparatur. Setiap prosedur digital merupakan peluang bagi masyarakat untuk merasakan dengan jelas bahwa Negara sedang berubah untuk mereka, demi pembangunan bersama.
Pada tahun 2025, lebih dari 3.000 prosedur telah dipangkas, lebih dari 2.200 persyaratan bisnis telah disederhanakan, dan ratusan dokumen hukum telah diubah. Hal ini tidak hanya menunjukkan upaya Pemerintah , tetapi juga menunjukkan semangat untuk mendampingi masyarakat dalam setiap kebijakan. Pemerintah menciptakan dan memelihara budaya pelayanan, dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat sebagai tolok ukur efisiensi operasional dan pengembangan bisnis sebagai pendorong inovasi mandiri.
Semangat ini ditegaskan melalui persyaratan penghapusan batasan administratif dalam prosedur penanganan, masyarakat tidak perlu kembali ke tempat tinggalnya, dan bisnis tidak perlu bepergian antardaerah. Semuanya berlangsung dalam lingkungan digital, lancar, transparan, tanpa "hambatan tak kasat mata". Ketika jarak geografis dihapus, jarak antara Negara dan rakyat pun semakin dekat.
Nilai inti tata kelola pemerintahan modern adalah bahwa negara beroperasi berdasarkan data, sains , teknologi, dan budaya tanggung jawab. Semangat inilah yang konsisten dalam reformasi administrasi.
Yang lebih penting daripada reformasi prosedural adalah reformasi kepercayaan. Percayalah bahwa setiap warga negara dilayani secara setara; percayalah bahwa dunia usaha memiliki lingkungan bisnis yang sehat, tanpa hambatan tak kasat mata; percayalah bahwa Negara mendampingi, mendengarkan, dan berinovasi demi kebaikan bersama.
Pada kenyataannya, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, beban prosedur administratif tetap menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pembangunan negara yang pesat dan berkelanjutan.
Telegram 220/CD-TTg bukan hanya perintah administratif, tetapi juga sinyal kuat tekad politik di tingkat tertinggi untuk menyelesaikan masalah ini selamanya. Inilah jalan bagi Vietnam untuk memasuki era baru dengan keyakinan, transparansi, dan aspirasi.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202511/giam-thu-tuc-tang-niem-tin-5b71488/







Komentar (0)