Berdasarkan Pasal 2, Ayat 4 Undang-Undang Tahun 2008 tentang Kader dan Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana diubah oleh Pasal 1, Ayat 1 Undang-Undang Tahun 2019 tentang Kader, Pegawai Negeri Sipil dan Karyawan Publik, seorang pegawai negeri sipil adalah warga negara Vietnam yang direkrut dan diangkat ke pangkat, posisi, atau jabatan yang sesuai dengan posisi pekerjaan di instansi dan unit berikut:
- Lembaga-lembaga Partai Komunis Vietnam , Negara, dan organisasi sosial-politik di tingkat pusat, provinsi, dan distrik;
- Instansi dan unit yang tergabung dalam Tentara Rakyat yang bukan perwira, prajurit profesional, atau pekerja pertahanan;
- Instansi dan unit di bawah Badan Keamanan Publik Rakyat yang bukan perwira, bintara yang bertugas di bawah sistem profesional, atau pekerja kepolisian, termasuk dalam daftar gaji dan menerima gaji dari anggaran negara.

Apakah guru di sekolah negeri dianggap sebagai pegawai negeri sipil? (Gambar ilustrasi)
Selanjutnya, Pasal 2 Undang-Undang Tahun 2010 tentang Pegawai Negeri menetapkan bahwa pegawai negeri adalah warga negara Vietnam yang direkrut untuk posisi pekerjaan tertentu, bekerja di unit layanan publik berdasarkan kontrak kerja, dan menerima gaji dari dana gaji unit layanan publik sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Dalam konteks ini, unit pelayanan publik adalah organisasi yang dibentuk oleh lembaga negara yang berwenang, organisasi politik , atau organisasi sosial-politik sesuai dengan hukum, memiliki badan hukum, menyediakan pelayanan publik, dan melayani manajemen negara.
Selanjutnya, menurut Pasal 66 Ayat 1 Undang-Undang Pendidikan 2019, guru adalah mereka yang mengajar di prasekolah, sekolah dasar dan menengah, serta di tingkat pendidikan dasar, menengah pertama, dan universitas. Dengan demikian, prasekolah, sekolah dasar dan menengah, serta universitas, yang termasuk dalam bidang pendidikan profesional, akan menjadi organisasi nirlaba publik.
Oleh karena itu, guru yang bekerja berdasarkan kontrak di lembaga publik umumnya disebut sebagai pegawai negeri sipil. Jika seorang guru hanya bekerja berdasarkan kontrak kerja, guru tersebut dianggap sebagai pekerja tetap dan bukan pegawai negeri sipil atau pegawai publik.
Apa peran seorang guru?
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pendidikan 2019 tentang tugas-tugas guru, guru harus melaksanakan pengajaran dan pendidikan sesuai dengan tujuan dan prinsip pendidikan, serta melaksanakan program pendidikan secara penuh dan efektif. Pada saat yang sama, mereka harus memberikan teladan yang baik dalam menunaikan kewajiban sebagai warga negara, mematuhi peraturan sekolah, dan mengikuti kode etik guru.
Di sisi lain, guru harus menjunjung tinggi kualitas, reputasi, dan kehormatan profesi guru; menghormati dan memperlakukan siswa secara adil; serta melindungi hak dan kepentingan siswa yang sah. Mereka harus belajar dan berlatih untuk meningkatkan karakter moral, pemahaman politik, keterampilan profesional, dan keahlian; berinovasi dalam metode pengajaran; dan memberikan teladan yang baik bagi siswa.
Sementara itu, Pasal 70 Undang-Undang Pendidikan 2019 menetapkan hak-hak pendidik (termasuk guru dan dosen) sebagai berikut:
- Diajarkan sesuai dengan pelatihan khusus;
- Menerima pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan keterampilan politik, profesional, dan teknis;
- Terikat kontrak untuk mengajar atau melakukan penelitian ilmiah di lembaga pendidikan atau fasilitas penelitian ilmiah lainnya;
- Untuk dihormati, dan agar martabat, kehormatan, dan tubuhnya dilindungi;
- Berhak atas liburan musim panas sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah dan hari libur lainnya sebagaimana yang ditentukan oleh undang-undang.
Sumber: https://vtcnews.vn/giao-vien-la-cong-chuc-hay-vien-chuc-ar939524.html










Komentar (0)