![]() |
Bercinta di waktu yang tepat dapat membuat pasangan semakin bersemangat dan puas. Foto: Freepik . |
Kita sering mengatakan bahwa segala sesuatu membutuhkan waktu yang tepat, dan seks pun tidak terkecuali. Waktu yang tepat tidak hanya membuat pasangan lebih nyaman secara fisik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan emosi, koneksi, dan kepuasan setelah setiap pertemuan intim.
Meskipun tidak ada aturan baku tentang waktu ideal untuk aktivitas seksual, banyak ahli percaya bahwa ada saat-saat ketika tubuh manusia berada dalam kondisi yang lebih menguntungkan karena perubahan hormonal dan ritme sirkadian.
Waktu yang ideal untuk berhubungan seks
Waktu terbaik untuk berhubungan seks berbeda-beda bagi setiap orang dan setiap pasangan. Namun, setiap waktu dalam sehari memiliki keuntungannya masing-masing.
Jam-jam pagi dari pukul 6 pagi hingga 8 pagi: Tubuh penuh energi.
Menurut Zhihu, setelah istirahat semalaman, baik pria maupun wanita biasanya memiliki lebih banyak energi. Secara khusus, pada pria, kadar testosteron seringkali paling tinggi di pagi hari. Hormon ini memainkan peran penting dalam libido dan fungsi ereksi.
Selain itu, kadar adrenalin dalam tubuh lebih tinggi dari biasanya di awal hari, membantu tubuh dengan cepat memasuki kondisi bersemangat. Banyak ahli percaya bahwa seks di pagi hari dapat membantu memperbaiki suasana hati, membawa perasaan positif, dan memberikan energi untuk menjalani hari. Namun, pasangan juga harus menghindari aktivitas berat sebelum sarapan untuk mengurangi risiko kelelahan atau hipoglikemia.
Sekitar pukul 3 sore: "Jam emas" untuk hormon.
Pakar hormon Alisa Vitti, penulis buku tentang kesehatan endokrin wanita dan pendiri platform kesehatan wanita FLO Living , pernah menyebut pukul 3 sore sebagai "waktu yang sempurna" untuk berhubungan seks. Meskipun kadar testosteron pria cenderung sedikit menurun pada waktu ini, hormon yang terkait dengan emosi dan ikatan tetap sangat aktif.
Sementara itu, pada wanita, kadar estrogen dan kortisol biasanya lebih tinggi, membuat tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan. Ini adalah saat di mana bahkan gestur lembut dan intim dapat membangkitkan emosi yang kuat, membantu pasangan terhubung lebih mudah.
Sekitar pukul 10 malam: Waktu romantis sebelum tidur.
Saat malam tiba, suasana tenang dan pribadi seringkali menciptakan lingkungan yang kondusif untuk keintiman antara pasangan. Sekitar pukul 10 malam, aktivitas otak yang berkaitan dengan imajinasi dan emosi cenderung meningkat pada wanita, membuat mereka lebih rentan terhadap pikiran dan perasaan romantis tentang cinta.
Selain memupuk keintiman emosional, seks di malam hari juga dapat membantu mengurangi stres setelah seharian bekerja. Setelah mencapai orgasme, tubuh melepaskan hormon seperti oksitosin dan prolaktin, yang berkontribusi pada perasaan relaksasi, sehingga mendorong tidur yang lebih nyenyak.
Saat-saat di mana Anda sebaiknya tidak berhubungan seks.
Seks memberikan kesenangan dan banyak manfaat bagi kedua jenis kelamin. Namun, pada waktu-waktu tertentu, hubungan seksual dapat berdampak negatif pada emosi dan kesehatan.
Setelah minum alkohol atau bir
Menurut Business Insider, banyak pria cenderung ingin berhubungan seks setelah minum alkohol. Namun, ini adalah waktu yang tidak tepat, dan bahkan dapat membahayakan kesehatan. Berhubungan seks pada saat ini dapat merangsang sistem kardiovaskular secara berlebihan, menghambat korteks serebral yang terkait dengan gairah, menyebabkan vasokonstriksi, dan meningkatkan tekanan darah. Semua faktor ini tidak hanya mengurangi kenikmatan tetapi juga menimbulkan potensi risiko kesehatan.
Di sisi lain, alkohol juga memengaruhi kualitas sperma pada pria, sehingga mengganggu fungsi reproduksi jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu lama.
![]() |
Berhubungan seks saat mabuk dapat berdampak negatif pada kesehatan pria dan wanita. Foto: Pexels. |
Tepat setelah Anda selesai mandi
Menurut India Times, mandi membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan melebarkan pembuluh darah. Namun, berhubungan seks segera setelah mandi meningkatkan aliran darah ke alat kelamin, meningkatkan risiko penyumbatan, ketidakseimbangan darah, dan berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas keintiman.
Sebaiknya berhubungan seks sekitar 20 menit setelah mandi untuk memastikan kesehatan yang baik dan pengalaman yang lebih memuaskan.
Tidak ada kondom
Anda mungkin berpikir tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks adalah masalah kecil, tetapi hal itu membawa risiko yang signifikan. Kedua pasangan berisiko tertular penyakit menular seksual atau mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.
Khususnya bagi perempuan, jika pasangan Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi, Anda harus menolak dengan tegas. Keharusan menggunakan kontrasepsi darurat setelahnya dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan reproduksi.
Tidak ada "jam emas" mutlak untuk semua orang.
Meskipun beberapa ahli menganggap pagi, siang, atau malam hari sebagai waktu yang tepat untuk aktivitas seksual, hal terpenting tetaplah persetujuan bersama, kenyamanan, dan perasaan kedua pasangan.
Setiap pasangan memiliki ritme sirkadian, jadwal, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, waktu terbaik bukanlah jam tertentu, melainkan ketika kedua pasangan siap, rileks, dan dapat sepenuhnya menikmati keintiman satu sama lain.
Sumber: https://znews.vn/gio-vang-quan-he-tinh-duc-post1661728.html












