![]() |
| Anak-anak sangat gembira diajari oleh orang dewasa yang lebih tua cara menyulam pakaian tradisional. |
Di usianya yang hampir 70 tahun, Ibu Trieu Thi Giang masih memiliki suara yang jernih, beresonansi, dan kuat untuk nyanyian pao dung-nya. Setiap baris yang dinyanyikannya seolah membawa napas pegunungan dan hutan, terkadang tulus dan mendalam, terkadang riang dan gembira. Baginya, pao dung bukan hanya sebuah lagu, tetapi juga sebuah kenangan, jiwa sejati budaya Dao yang dilestarikan selama bertahun-tahun.
Ibu Trieu Thi Giang berbagi: "Sejak masih sekolah, saya sering mendengar orang menyanyikan pao dung, dan saya belajar dengan menguping. Bahkan sekarang pun, saya masih menyukainya dan sering menyanyikan pao dung di lingkungan tempat tinggal saya setiap kali ada festival."
Selain melestarikan lagu-lagu rakyat Páo Dung, masyarakat Dao Quế Lâm di Địa Cát juga mempertahankan kerajinan tradisional menjahit dan menyulam pakaian tradisional. Di desa tersebut, masih ada lebih dari 10 orang lanjut usia yang terampil dalam menyulam, dengan teliti merangkai setiap jahitan untuk menciptakan pakaian yang cerah dan berwarna-warni. Yang sangat berharga adalah bahwa kerajinan ini tidak hanya dilestarikan untuk diri mereka sendiri tetapi juga diwariskan kepada generasi muda.
Ibu Trieu Thi Dam, salah satu perajin sulaman terampil di desa itu, berkata: "Saya telah mengajari banyak orang. Tahun lalu, saya membuka kelas untuk anak-anak kecil, dan saya juga mengajari 6-7 orang dewasa di desa cara menyulam dengan mahir." Trieu Thuy Dung, seorang gadis berusia 12 tahun dari desa Dia Cat, berkata: "Ibu Trieu Thi Dam sering mengajari saya cara menyulam. Beliau bahkan menjahitkan satu set untuk saya, dan saya sangat menyukainya. Saya sering memakainya untuk pertunjukan sekolah."
Berkat ketekunan itu, banyak anak di desa saat ini tahu cara memegang jarum, belajar menyulam pola sederhana, dan memiliki pakaian tradisional mereka sendiri untuk dikenakan selama festival, hari libur, dan kegiatan komunitas.
Selain itu, kerajinan tradisional pembuatan busur panah, yang dulunya terkait erat dengan kehidupan kerja dan berburu masyarakat Dao, juga dilestarikan di desa Dia Cat. Selama lebih dari 40 tahun, Bapak Dang Minh Chu dengan tekun membuat busur panah secara manual, mulai dari memilih kayu dan membengkokkan bilah hingga membuat tali busur. Bapak Dang Minh Chu berkata: "Dahulu, busur panah digunakan untuk mengusir hewan liar, tetapi sekarang terutama digunakan untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Saya masih menjualnya di pasar, dan meskipun penghasilannya tidak banyak, saya ingin melestarikan kerajinan ini dan menjaga identitas etnis kami."
Dari lagu-lagu pao dung yang mengharukan dan kostum sulaman tangan yang semarak hingga kerajinan pembuatan busur panah tradisional, masyarakat Dao Que Lam di Dia Cat melestarikan nilai-nilai budaya etnis mereka dari hari ke hari. Para tetua di desa tidak hanya membantu melestarikan identitas mereka tetapi juga berkontribusi dalam memupuk rasa bangga, memastikan bahwa budaya Dao terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202605/giu-ban-sac-van-hoa-o-ban-dao-que-lam-e6b45c7/








Komentar (0)