Di tengah laju kehidupan modern dan banyak perubahan gaya hidup serta nilai-nilai keluarga, rumah tangga multigenerasi tetap menjadi tempat yang melestarikan nilai-nilai tradisional yang indah. Dari perhatian dan kepedulian kakek-nenek terhadap cucu-cucunya hingga bakti kepada orang tua dan persatuan generasi muda, setiap keluarga adalah kisah indah tentang kekerabatan, berbagi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini dilestarikan, diwariskan, dan terus menyebar ke seluruh masyarakat.
Setiap sore menjelang malam, rumah Ibu Pham Thi Dao di kawasan perumahan Hong Tien, Kelurahan Yen Bai, dipenuhi tawa dan percakapan. Setelah seharian bekerja dan belajar, anggota keluarga pulang untuk berkumpul bersama. Kisah-kisah tentang pekerjaan, studi, dan kehidupan sehari-hari dibagikan dalam suasana hangat dan ramah.

Keluarga Ibu Dao saat ini terdiri dari tiga generasi yang tinggal bersama. Bagi banyak orang, hidup bersama lintas generasi terkadang dapat menyebabkan perbedaan dalam cara berpikir dan gaya hidup. Namun, bagi keluarganya, justru itulah yang menciptakan ikatan khusus.
Bahkan di usia lebih dari 80 tahun, Ibu Dao masih mempertahankan kebiasaan merawat anak dan cucunya melalui tugas-tugas sederhana sehari-hari. Mulai dari menyiapkan makanan keluarga dan mengingatkan cucunya untuk belajar hingga menyemangati mereka ketika menghadapi kesulitan dalam hidup. Sebagai balasannya, anak dan cucunya selalu menunjukkan rasa hormat, kasih sayang, dan perhatian yang tulus kepadanya.
Le Minh Thao, cucu dari Ibu Dao, berbagi: “Tinggal bersama kakek dan nenek saya adalah berkah yang luar biasa bagi saya. Mereka selalu mengajari kami untuk hidup dengan baik, mencintai semua orang, dan menjaga tradisi keluarga. Ajaran-ajaran itu merupakan aset yang tak ternilai harganya bagi saya dalam hidup.”
Alih-alih pelajaran dogmatis, nilai-nilai seperti berbakti kepada orang tua, menghormati orang yang lebih tua, dan rasa tanggung jawab diturunkan melalui perilaku sehari-hari kakek-nenek dan orang tua. Seiring waktu, hal-hal yang tampaknya sederhana ini telah menjadi fondasi untuk memperkuat ikatan antar generasi dalam keluarga.

Ibu Dao percaya bahwa rahasia agar generasi yang tinggal serumah dapat hidup harmonis adalah rasa saling menghormati. Orang dewasa perlu mendengarkan dan memahami perasaan anak dan cucu mereka, sementara generasi muda harus tahu bagaimana merawat dan berbagi dengan kakek-nenek dan orang tua mereka.
"Setiap keluarga pasti memiliki perselisihan, tetapi yang penting adalah setiap orang mendengarkan dan berkompromi. Ketika ada cinta di rumah, semuanya bisa diselesaikan," ungkap Ibu Dao.
Bukan hanya keluarga Ibu Dao; banyak keluarga lain juga melestarikan ikatan antar generasi dengan cara unik mereka sendiri.
Keluarga Bapak Nguyen Van Binh di Kelurahan Yen Bai telah lama dikenal sebagai keluarga teladan dalam hal persatuan, kasih sayang, dan pembangunan ekonomi bersama.
Pak Binh dan istrinya memiliki delapan anak. Membesarkan begitu banyak anak bukanlah hal mudah, terutama di masa-masa sulit dan miskin. Namun, melalui kerja keras dan semangat untuk mengatasi kesulitan, mereka secara bertahap membangun bisnis bahan bangunan mereka, menciptakan kehidupan yang stabil bagi keluarga mereka.
Banyak orang mengagumi mereka bukan hanya kesuksesan ekonomi mereka, tetapi juga cara mereka mempertahankan ikatan keluarga yang kuat selama bertahun-tahun. Saat ini, mereka masih tinggal bersama keluarga putra mereka. Meskipun anak-anak mereka sudah dewasa, mereka tetap menjalin kontak erat, secara teratur saling memperhatikan dan mendukung dalam pekerjaan dan kehidupan mereka.

Dari bisnis keluarga, keenam anak mereka memiliki pekerjaan dan penghasilan yang stabil. Masing-masing anak menangani bagian pekerjaan yang berbeda, tetapi mereka semua memiliki tujuan bersama yaitu pembangunan ekonomi. Menurut Bapak Binh, aset terbesar yang dimiliki beliau dan istrinya bukanlah toko atau harta benda, melainkan kasih sayang dan keharmonisan di antara anak-anak mereka.
"Jika anggota keluarga tahu bagaimana bersatu, mereka dapat mengatasi kesulitan apa pun. Itulah yang selalu kami harapkan akan terus dijunjung tinggi oleh anak-anak dan cucu-cucu kami," ujar Bapak Binh.
Di lingkungan Yen Bai, keluarga multi-generasi seperti keluarga Ibu Pham Thi Dao atau Bapak Nguyen Van Binh bukanlah hal yang jarang. Selama bertahun-tahun, seiring dengan promosi gerakan membangun keluarga berbudaya, kampanye "Kakek-nenek dan orang tua teladan, anak dan cucu berbakti" telah aktif dirangkul oleh banyak orang. Hasilnya, banyak keluarga telah menjadi contoh cemerlang dalam melestarikan tradisi keluarga, mempromosikan bakti, persatuan, dan kasih sayang antar generasi.
Menurut Bapak Nguyen Van Xuyen, Sekretaris cabang Partai wilayah perumahan Hong Tien, keluarga multi-generasi memainkan peran penting dalam melestarikan nilai-nilai tradisional.
"Banyak keluarga tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi tetapi juga sangat memperhatikan pendidikan anak dan cucu mereka. Kakek-nenek selalu menjadi panutan moral dan gaya hidup bagi generasi muda untuk diikuti. Ini adalah fondasi penting untuk membangun keluarga bahagia dan komunitas yang bersatu," ujar Bapak Xuyen.

Selain membawa kebahagiaan bagi setiap keluarga, ikatan antar generasi juga membantu mengurangi dampak negatif dari gaya hidup individualistis dalam masyarakat modern. Ketika kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak saling peduli dan mendukung, semua orang mendapatkan dukungan emosional untuk mengatasi kesulitan hidup.
Keluarga multigenerasi yang hidup harmonis dan bersatu telah memberikan kontribusi positif pada gerakan untuk membangun cara hidup yang berbudaya di daerah tersebut. Mereka juga merupakan tokoh penting dalam mendidik tentang tradisi, melestarikan identitas, dan membangun kawasan permukiman yang beradab.
Dalam arus kehidupan modern yang terus berubah, keluarga multi-generasi tak pelak lagi menghadapi perbedaan pola pikir dan gaya hidup. Namun, ketika anggota keluarga menunjukkan kasih sayang, berbagi, dan rasa hormat satu sama lain, rumah keluarga tetap menjadi tempat paling damai untuk kembali dan fondasi penting untuk membangun masyarakat yang manusiawi dan berkelanjutan.
Asosiasi Lansia Kelurahan Yen Bai saat ini memiliki 11.000 anggota yang berpartisipasi dalam kegiatan di 71 cabang, dengan lebih dari 70% lansia tinggal bersama anak dan cucu mereka dalam keluarga multigenerasi. Yang patut dicatat, 100% keluarga lansia di daerah tersebut telah meraih gelar "Keluarga Teladan Budaya," menciptakan landasan penting untuk membangun lingkungan hidup yang penuh persatuan, kasih sayang, dan melestarikan nilai-nilai tradisional yang baik.
Sumber: https://baolaocai.vn/giu-lua-yeu-thuong-trong-gia-dinh-nhieu-the-he-post902091.html






