Lagu Liburan Tet LSO
Di tengah laju kehidupan modern dan banyak perubahan dalam perayaan Tet, banyak keluarga masih memilih untuk melestarikan adat istiadat tradisional sebagai cara untuk mempertahankan identitas budaya mereka. Bagi mereka, Tet bukan hanya hari libur, tetapi waktu untuk berkumpul kembali, kesempatan bagi nilai-nilai lama untuk diwariskan secara alami melalui tindakan sederhana di dalam keluarga.

Suasana Tet (Tahun Baru Imlek) di keluarga Ibu Le Thi Hong, Blok 6, Kelurahan Ky Lua, selalu dimulai di rumah ibunya – tempat saudara-saudaranya berkumpul untuk membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) untuk menyambut musim semi. Sebagai anggota kelompok etnis Tay, Ibu Hong masih mempertahankan tradisi membungkus banh chung sesuai usia: kue berbentuk persegi, beras ketan putih yang harum, isian kacang hijau, perut babi yang diasinkan, dan diikat rapi dengan tali bambu.
Yang paling ia hargai bukanlah apakah kue yang dibuatnya banyak atau sedikit, tetapi kenyataan bahwa anak-anak dan cucu-cucunya dapat berpartisipasi secara langsung. Anak-anak yang lebih kecil diberi tugas seperti mencuci daun, membilas beras, dan memetik tali; anak-anak yang lebih besar belajar membungkus kue di bawah bimbingan nenek dan ibu mereka. Dalam percakapan yang meriah di sekitar api unggun, adat istiadat Tet suku Tay, seperti pemujaan leluhur, mengundang kakek-nenek untuk merayakan Tet, dan tidak menyapu rumah pada hari pertama Tahun Baru Imlek, dikenang dengan cara yang sederhana dan berkesan. Ibu Hong berbagi: "Saat ini, Anda bisa memesannya secara online, tetapi saya masih meluangkan waktu untuk menyiapkan bahan-bahan agar anak-anak saya dapat membuat kue, membungkus lumpia, dan membuat dekorasi untuk rumah... Saya hanya berharap anak-anak saya mengerti bahwa Tet adalah tentang pulang ke rumah, tentang reuni, dan tentang mengingat tempat mereka dibesarkan."

Dengan keinginan untuk melestarikan pengalaman Tet (Tahun Baru Imlek) tradisional bagi anak-anak mereka, keluarga Bapak Nguyen Thanh Ngoc, dari Blok 4, Komune Na Duong, memilih untuk mengajak anak-anak mereka ke pasar untuk berbelanja keperluan Tet. Lebih dari sekadar berbelanja, setiap hari pasar sebelum musim semi adalah kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan suasana Tet di wilayah Timur Laut: warna merah bait-bait syair, hijaunya daun pisang, aroma dupa, adas bintang, dan kayu manis yang terbawa angin.
Di rumah, seluruh keluarga membersihkan dan menghias altar leluhur, menyiapkan persembahan lima buah, dan menggantung beberapa kain brokat tradisional Tay-Nung yang sederhana namun hangat dan nyaman. Bapak Ngoc percaya bahwa kegiatan-kegiatan ini membantu anak-anaknya memahami bahwa Tet (Tahun Baru Imlek) bukanlah sesuatu yang jauh, tetapi hadir di setiap sudut rumah, di setiap saat seluruh keluarga bekerja bersama untuk mempersiapkannya.
Dari berkumpul di sekitar api unggun untuk memasak kue beras ketan hingga pasar Tet yang ramai, setiap keluarga muda memilih cara mereka sendiri untuk melestarikan tradisi liburan Tet. Baik sederhana maupun rumit, benang merahnya adalah peran proaktif orang tua dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya, termasuk keindahan kelompok etnis Tay dan Nung.
Dalam kehidupan modern, di mana panggilan telepon atau beberapa klik daring dapat dengan mudah memesan makanan siap saji, kue ketan, sosis babi, dan bahkan jasa pembersihan dan dekorasi rumah lengkap, Tết menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Kesibukan hidup membuat banyak keluarga memilih opsi praktis untuk menghemat waktu dan tenaga. Namun, dalam konteks ini, fakta bahwa banyak keluarga muda masih proaktif membuat kue sendiri, berbelanja untuk Tết, dan membersihkan rumah sendiri semakin patut dipuji. Mereka memahami bahwa nilai Tết tidak terletak pada pesta mewah atau kelimpahan materi, tetapi pada proses seluruh keluarga mempersiapkan, menunggu, dan berbagi bersama. Tugas-tugas yang tampaknya berat ini adalah "perekat" yang mengikat antar generasi, menciptakan kenangan indah bagi anak-anak, dan membantu mencegah tradisi adat istiadat memudar dalam kehidupan modern. Pilihan antara kenyamanan dan pelestarian ini menunjukkan kesadaran budaya setiap keluarga dalam mempertahankan tradisi adat Tết.
Melestarikan tradisi Tahun Baru Imlek dalam keluarga modern bukan hanya tentang menjaga adat istiadat, tetapi juga tentang melestarikan akar budaya, kebersamaan, dan kasih sayang. Ketika nilai-nilai ini dipupuk di setiap rumah, tradisi Tahun Baru Imlek akan tetap utuh, terus berkembang dalam kehidupan masa kini, dan bertahan sepanjang tahun.
Sumber: https://baolangson.vn/giu-tet-co-trong-gia-dinh-tre-5077596.html







Komentar (0)