Namun, peran Google Translate mungkin akan segera meluas menjadi platform pembelajaran bahasa yang lengkap berkat fitur baru bernama Latihan, yang telah ditemukan di versi terbaru. Fitur ini saat ini sedang dalam tahap pengujian beta dan telah diaktifkan melalui analisis internal.
Seorang pengguna Telegram adalah orang pertama yang menemukan fitur ini, dan pengujian selanjutnya mengkonfirmasi bahwa Practice menyediakan pelajaran interaktif berbasis AI untuk membantu pengguna berlatih bahasa baru. Bahkan, Practice pertama kali dilaporkan pada bulan April setelah Android Authority menemukan kode programnya.

Fitur Latihan saat ini sedang diuji coba di Google Translate.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR
Pengujian menunjukkan bahwa pengguna dapat memilih salah satu dari empat bahasa yang didukung: Inggris, Spanyol, Prancis, dan Portugis. Saat ini, hanya bahasa Spanyol dan Prancis yang didukung. Pembelajar dapat mengatur tingkat kemahiran mereka dari Dasar hingga Mahir, meskipun opsi "Pemula" belum tersedia. Aplikasi ini akan menyajikan skenario latihan, mulai dari interaksi sehari-hari seperti memesan makanan hingga tugas profesional seperti menjelaskan tanggung jawab pekerjaan.
Fitur ini juga memungkinkan personalisasi melalui pengingat khusus. Pengguna dapat menentukan situasi mereka, seperti mempersiapkan perjalanan ski, meminta pelajaran khusus untuk menguasai kosakata yang sesuai. Pelajaran dilakukan dalam beberapa sesi, dan pengguna dapat menyesuaikan tingkat kesulitan untuk sesi berikutnya setelah setiap latihan.
Akankah Google Translate mengubah cara kita belajar bahasa di ponsel kita?
Mode Latihan Google Translate melacak kemajuan dengan mencatat tujuan yang telah diselesaikan dan kata-kata yang dipelajari, serta memberikan pengingat berupa aktivitas harian, mirip dengan model pembelajaran berbasis permainan pada platform seperti Duolingo. Halaman pengaturan khusus memungkinkan pelajar untuk mengubah bahasa, menyesuaikan tingkat kemahiran, atau menghapus riwayat latihan.

Google Translate mungkin akan mengenakan biaya untuk fitur-fitur baru di masa mendatang.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR
Tangkapan layar dari proses pengujian menunjukkan bahwa akses saat ini digambarkan sebagai "fase uji coba," yang mengindikasikan Google mungkin akan meluncurkan versi berbayar di masa mendatang. Meskipun Google belum membuat pengumuman resmi, banyak yang berspekulasi bahwa fitur ini dapat menjadi bagian dari perangkat AI yang lebih canggih milik perusahaan.
Peluncuran alat pengajaran eksperimental Google ini terjadi ketika AI (kecerdasan buatan) semakin mengubah industri pembelajaran bahasa. Google telah bereksperimen dengan fitur pembelajaran berbasis AI yang lebih kecil dalam proyek Labs-nya, meskipun fitur-fitur ini tetap terpisah dari aplikasi Google Translate. Sementara itu, para pesaing seperti Duolingo juga menyesuaikan pendekatan mereka terhadap pendidikan , dengan rencana untuk menjadi perusahaan yang "mengutamakan AI".
Jika fitur Latihan diluncurkan secara resmi, ini akan menandai pergeseran signifikan bagi Google Translate dari alat referensi menjadi pesaing langsung di pasar pembelajaran bahasa online yang semakin ketat. Masuknya Google dapat berdampak signifikan pada bagaimana jutaan orang mengakses pembelajaran bahasa baru, serta banyak aplikasi pembelajaran bahasa asing lainnya.
Sumber: https://thanhnien.vn/google-dich-co-tinh-nang-de-doa-cac-cong-cu-hoc-ngoai-ngu-18525082106305528.htm










