![]() |
Guardiola kelelahan setelah 10 tahun melatih Manchester City. |
Pada malam tanggal 24 Mei, Guardiola mengakhiri perjalanan gemilangnya selama 10 tahun di Man City dengan kekalahan 1-2 melawan Aston Villa. Setelah pertandingan, ahli strategi asal Spanyol itu tak kuasa menahan air matanya saat mengucapkan selamat tinggal kepada Etihad, sambil menegaskan bahwa meninggalkan tim saat ini adalah keputusan yang tepat.
"Saya bukan tipe orang yang mudah menangis. Tapi ketika saya melihat Bernardo Silva menangis, saya pun tak bisa mengendalikan emosi saya. Itu adalah momen yang sangat istimewa dan saya tidak akan pernah melupakannya," ujar Guardiola.
Manajer berusia 55 tahun itu mengakui bahwa ia kelelahan setelah periode panjang menaklukkan setiap gelar bersama Man City. "Saya benar-benar lelah. Saya telah melakukan semua yang saya bisa. Kami telah mencapai segalanya," kata Pep dengan emosional.
Sejak tiba di Etihad pada tahun 2016, Guardiola telah mengubah Man City menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa. Ia telah memimpin tim melalui 593 pertandingan, memenangkan 423 pertandingan dan 20 gelar utama dan minor, termasuk 6 gelar Liga Premier dan 1 gelar Liga Champions.
Namun, Pep menegaskan bahwa hal yang paling membuatnya bangga bukanlah ruang piala yang penuh dengan trofi perak, melainkan kenangan dan hubungan yang dibangun selama 10 tahun di Manchester.
"Saya percaya ini adalah waktu yang tepat untuk berhenti. Keputusan ini baik untuk klub dan para pemain. Sejujurnya, saya tidak akan merindukan sepak bola untuk waktu yang lama," tegas Guardiola.
Setelah satu dekade yang gemilang, Guardiola meninggalkan Etihad sebagai ikon abadi dalam sejarah Manchester City.
Sumber: https://znews.vn/guardiola-toi-met-roi-post1653905.html








Komentar (0)