Menurut Dr. Huynh Tan Vu, seorang spesialis Pengobatan Tradisional dan dosen di Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh, transisi antar musim membawa fluktuasi suhu, dengan periode panas dan dingin yang tidak dapat diprediksi serta pergantian sinar matahari dan hujan, sehingga membuat orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap penyakit.
Jaga kesehatan dengan meningkatkan aktivitas fisik untuk memperbaiki kondisi fisik Anda. Konsumsi makanan seimbang dengan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama makanan yang kaya vitamin, sayuran hijau, buah-buahan segar, dan rempah-rempah penghangat seperti jahe, bawang putih, kunyit, lada, dan kayu manis. Menurut Dr. Vu, rempah-rempah adalah salah satu pengobatan alami yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, dan telah digunakan serta diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad.
Jahe
Jahe adalah tanaman yang umum digunakan sebagai bumbu dalam masakan dan sebagai ramuan obat. Menurut pengobatan modern, jahe memiliki banyak efek pada sistem pernapasan, pencernaan, peredaran darah, muskuloskeletal, dan saraf, di antara lainnya. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, yang sangat penting untuk kesehatan kardiovaskular. Oleh karena itu, mengonsumsi jahe membantu mencegah penyakit pernapasan.
Sifat anti-inflamasi jahe juga membantu mendukung pengobatan radang sendi, rematik, asam urat, dan banyak masalah muskuloskeletal lainnya. Jahe juga membantu mengurangi stres, kecemasan, pusing, dan meredakan sakit kepala, di antara manfaat lainnya.
Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.
Kayu manis
Kayu manis adalah rempah yang menghangatkan. Komponen utamanya meliputi sinamaldehida dan antioksidan polifenol kuat dengan sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus.
Secara khusus, kayu manis mengandung sifat antioksidan yang lebih tinggi daripada mint dan jahe. Oleh karena itu, kayu manis juga merupakan ramuan yang efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mencegah dan mengurangi gejala pilek. Menurut pengobatan tradisional, kayu manis memiliki efek menguatkan api, memulihkan yang, menghangatkan ginjal dan limpa, membersihkan pembuluh darah, dan menghilangkan penumpukan dingin.
Bawang putih
Bawang putih merupakan bumbu yang tak tergantikan dalam masakan sehari-hari. "Bawang putih mengandung tiga senyawa aktif utama: allicin, liallyl sulfide, dan ajoene. Allicin adalah senyawa aktif terkuat dan terpenting dalam bawang putih. Allicin tidak terdapat secara alami dalam bawang putih. Namun, ketika diiris atau dihancurkan, alliin yang terdapat dalam bawang putih berubah menjadi allicin. Allicin merupakan antibiotik alami yang sangat ampuh," jelas Dr. Vu.
Bawang putih dan produk olahan bawang putih memiliki banyak manfaat, seperti melawan kanker, mencegah aterosklerosis, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
Allicin yang terdapat dalam bawang putih mentah, jika diiris tipis dan dihancurkan, membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Kunyit
Kunyit banyak ditanam di Vietnam untuk digunakan sebagai rempah dan obat. Akar kunyit adalah bagian yang digunakan sebagai bahan obat. Komponen utama kunyit adalah kurkumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang efektif. Selain itu, kurkumin digunakan untuk secara efektif mengurangi rasa sakit dan peradangan pada osteoartritis.
"Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kurkumin dari kunyit dapat mengaktifkan sel T dan B, meningkatkan respons antibodi tubuh, dan dengan demikian mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen kurkumin dari kunyit membantu menciptakan penghalang yang kuat terhadap gejala flu dan pilek," jelas Dr. Vu.
Lada hitam
Lada hitam adalah rempah yang umum digunakan dalam masakan. Lada hitam mengandung berbagai zat seperti minyak esensial, piperin, dan chavicine, di antara zat lainnya. Piperin merupakan antioksidan yang sangat kuat.
Saat dikonsumsi, piperin memiliki sifat anti-inflamasi, menghambat serangan bakteri, dan mengurangi rasa sakit, sehingga membantu melawan infeksi pada saluran pernapasan dan pencernaan, mengurangi pembengkakan dan peradangan sendi, serta mengatasi masalah gigi seperti gigi berlubang dan radang gusi. Berkat sifatnya yang menghangatkan, piperin dapat mencegah kembung dan perut bergas.
Menurut pengobatan tradisional, biji lada memiliki khasiat ekspektoran, karminatif, analgesik, antibakteri, dan anti-flu.
Tautan sumber







Komentar (0)