Dengan demikian, 71 wajib pajak mengungkapkan kepada publik bahwa mereka saat ini memiliki utang pajak lebih dari 128 miliar VND.
Patut dicatat, dalam daftar wajib pajak yang telah melakukan upaya penegakan hukum namun belum menagih utang pajaknya, terdapat unit-unit seperti: Perusahaan Perseroan (Persero) Dai Duong yang berutang lebih dari 17 miliar VND; Perusahaan Perseroan (Persero) Semen Trang An yang berutang lebih dari 14 miliar VND; Perusahaan Perseroan (Persero) Hong Phat High-Tech Production Company yang berutang lebih dari 4 miliar VND...
Sementara itu, daftar wajib pajak yang telah berhenti beroperasi, belum menyelesaikan prosedur penghentian kode pajaknya, tidak beroperasi di alamat terdaftar tetapi masih berutang pajak mencakup 50 perusahaan. Umumnya: Perusahaan Saham Gabungan Konstruksi Lalu Lintas 820 berutang lebih dari 12 miliar VND; Perusahaan Saham Gabungan Produksi dan Perdagangan Bac Viet berutang lebih dari 3 miliar VND; Perusahaan Saham Gabungan Baja Hung Thinh berutang lebih dari 2 miliar VND...
Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak telah memberikan arahan kepada Wajib Pajak yang memiliki tunggakan pajak lebih dari 90 hari atau tunggakan pajak yang dapat ditagih, agar Kantor Pelayanan Pajak segera melakukan upaya penagihan dengan menyetorkan tunggakan pajak tersebut ke Kas Negara.
Dalam hal putusan eksekusi berakhir dan wajib pajak belum melunasi atau belum melunasi seluruh utang pajak yang menjadi objek eksekusi ke kas negara, maka wajib pajak harus segera mengambil tindakan penegakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Direktorat Jenderal Pajak juga mewajibkan Dinas Pajak untuk menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak yang besar dan berjangka panjang.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)