Inisiatif ini tidak hanya memberikan hasil praktis dalam pencegahan dan pengendalian epidemi, tetapi juga secara jelas menunjukkan tekad untuk berinovasi dan mempromosikan transformasi digital sektor Kesehatan Preventif di Ibu Kota.
Menurut Bapak Bui Van Hao, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (PDC) Hanoi , dalam konteks penyakit menular yang selalu menimbulkan potensi risiko wabah, terutama demam berdarah, deteksi dini, pengendalian, dan penanganan wabah yang tepat waktu memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Namun, di banyak daerah, pengawasan epidemiologi terutama didasarkan pada metode manual seperti pencatatan, penggunaan peta kertas, atau penentuan batas wilayah berdasarkan pengalaman lapangan. Hal ini tidak hanya memakan waktu tetapi juga membawa risiko kesalahan, sehingga sulit untuk menilai secara akurat tingkat risiko dan penyebaran penyakit.

Berdasarkan pengalaman tersebut, CDC Hanoi telah meneliti dan mengembangkan inisiatif "Penerapan Google Maps untuk menggambarkan dan menilai secara awal tren wabah demam berdarah di Hanoi". Solusi ini akan diujicobakan mulai Juli 2025 di sejumlah kecamatan dan wilayah di kota tersebut.
Keunggulan inisiatif ini terletak pada penggunaan platform teknologi gratis, mudah diakses, dan ramah pengguna seperti Google Maps, Google My Maps, dan Google Sheets untuk membangun proses manajemen epidemiologi yang komprehensif.
Alih-alih harus menggunakan perangkat lunak GIS khusus yang mahal dan rumit secara teknis atau perangkat GPS terpisah, petugas kesehatan hanya membutuhkan ponsel pintar dengan koneksi internet untuk melakukan semua tugas, mulai dari mengumpulkan koordinat kasus, memperbarui data, membuat peta distribusi kasus, mengidentifikasi area wabah, hingga memantau perkembangan penyakit di area tersebut.

Untuk mempraktikkan inisiatif tersebut, CDC Hanoi menyelenggarakan pelatihan bagi petugas kesehatan di tingkat akar rumput. Setelah pelatihan, implementasi praktis di tingkat akar rumput menunjukkan bahwa penerapan peta digital telah menciptakan perubahan signifikan dalam pengawasan epidemiologi.
Selain itu, untuk berbagi pengalaman dan mereplikasi solusi transformasi digital di bidang kedokteran preventif, CDC Hanoi menyelenggarakan pelatihan dan transfer teknologi bagi staf profesional CDC Provinsi Cao Bang.
Menurut Dr. Nguyen Viet Anh (MSc) dari Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, CDC Hanoi, sebelumnya proses ini bisa memakan waktu dua hingga empat jam, atau bahkan lebih lama tergantung pada medan dan kompleksitas area tersebut. Dengan solusi baru ini, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 10 hingga 15 menit.
Peta satelit visual membantu petugas kesehatan untuk dengan mudah mengidentifikasi rumah tangga, area pemukiman, rute, dan faktor risiko terkait, sehingga meningkatkan akurasi dalam menentukan luasnya wabah.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan untuk menilai tren penyakit secara real-time. Dengan data kasus yang terus diperbarui pada sistem peta digital, petugas kesehatan dapat dengan cepat mengidentifikasi area yang berisiko mengalami wabah, memantau tren peningkatan atau penurunan kasus, dan secara proaktif menerapkan langkah-langkah seperti investigasi epidemiologi, pengendalian larva, sanitasi lingkungan, penyemprotan nyamuk, dan peningkatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Selain efisiensi profesional, inisiatif ini juga menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan. Pemanfaatan peralatan yang sudah ada dari petugas kesehatan dan platform gratis secara signifikan mengurangi biaya investasi dalam perangkat lunak khusus dan peralatan teknis. Semua data didigitalisasi, sehingga mudah untuk disimpan, diambil, dibagikan, dan digunakan dalam jangka panjang, berkontribusi pada pengembangan sistem data epidemiologi yang tersinkronisasi di seluruh kota.

Menurut pimpinan CDC Hanoi, melalui pengujian di 16 pos kesehatan kecamatan dan desa, inisiatif ini terbukti sangat layak dan dapat diperluas. Antarmuka yang sederhana dan intuitif serta proses panduan langsung yang spesifik membantu petugas kesehatan di tingkat akar rumput untuk dengan mudah mengakses dan menguasai teknologi tersebut.
Dalam periode mendatang, CDC Hanoi akan terus meningkatkan dan memperluas penerapan peta digital dalam pengawasan penyakit. Pada tahun 2026, Pusat Kesehatan ini bertujuan untuk mereplikasi model ini di 126 pos kesehatan kecamatan dan desa, memastikan proses pengumpulan data yang seragam, prosedur pelaporan yang terstandarisasi, dan pengembangan sistem peta digital yang tersinkronisasi dari tingkat akar rumput hingga tingkat kota, sehingga meningkatkan kualitas pengawasan dan peringatan dini secara real-time.
Selain itu, CDC Hanoi juga bertujuan untuk memperluas cakupan aplikasinya ke banyak kelompok penyakit lain seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut, campak, dan penyakit tidak menular. Hal ini diharapkan menjadi landasan penting untuk membangun sistem pengawasan epidemiologi yang cerdas dan modern.
Dengan hasil yang dicapai, inisiatif teknis "Penerapan Google Maps dalam zonasi dan penilaian awal tren wabah demam berdarah di Hanoi" meraih juara kedua pada Kompetisi Inovasi dan Teknologi Pemuda Regional Hanoi ke-31 di Sektor Kesehatan tahun 2025.
Sumber: https://baophapluat.vn/ha-noi-ung-dung-ban-do-so-trong-phong-chong-dich-benh.html







Komentar (0)