Reuters melaporkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat AS memberikan suara pagi ini (4 Juni, waktu Hanoi ) untuk mengesahkan rancangan undang-undang kekuasaan masa perang yang mengharuskan pemerintahan Trump untuk meminta persetujuan bipartisan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran atau segera mengakhiri permusuhan.

RUU tersebut menerima 215 suara mendukung dan 208 suara menentang. Semua anggota Partai Demokrat dan empat perwakilan Partai Republik (termasuk Tom Barrett dari Michigan, Warren Davidson dari Ohio, Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, dan Thomas Massie dari Kentucky) mendukung RUU tersebut.
Menurut Reuters, pemungutan suara ini sebagian besar bersifat simbolis, karena RUU tersebut perlu disahkan oleh Senat AS dan didukung oleh Presiden Trump. Untuk menghindari veto Trump, RUU tersebut harus mendapatkan mayoritas dua pertiga di DPR dan Senat. Pemungutan suara di Senat diperkirakan akan berlangsung dalam 20 hari ke depan.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang menyebabkan Teheran melakukan serangkaian serangan balasan yang menargetkan apa yang diyakininya terkait dengan Washington dan Tel Aviv di negara-negara Teluk, mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan peralatan.
Setelah enam minggu pertempuran, pada tanggal 8 April, AS dan Iran sepakat untuk gencatan senjata, tetapi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk energi global, tetap berada di bawah blokade ganda yang diberlakukan oleh AS dan Iran.
Selama hampir dua bulan, AS dan Iran telah terlibat dalam negosiasi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik, tetapi belum ada terobosan yang tercapai. Sejak akhir Mei 2026, AS dan Iran terus melancarkan serangan baru terhadap target masing-masing, yang meningkatkan ketegangan.
Media Amerika menggambarkan pemungutan suara tersebut sebagai pengungkapan perbedaan posisi beberapa anggota Partai Republik mengenai bagaimana Gedung Putih harus menangani masalah yang terkait dengan konflik Iran. Sebelum pemungutan suara, Ketua DPR Mike Johnson memperingatkan bahwa pengesahan resolusi tersebut dapat berdampak "sangat negatif" pada negosiasi.
Sumber: https://cand.vn/ha-vien-my-thong-qua-du-luat-bat-ngo-ve-xung-dot-iran-post812863.html








Komentar (0)