Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, perjanjian tersebut mencakup rencana penerapan AI dan sistem senjata tanpa awak secara terkoordinasi, serta dimulainya kembali latihan pencarian dan penyelamatan maritim untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Kesepakatan tersebut dicapai selama pembicaraan antara Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back dan mitranya dari Jepang, Shinjiro Koizumi, yang diadakan di kota pelabuhan Yokosuka, Jepang. Kedua belah pihak memandang latihan pencarian dan penyelamatan angkatan laut gabungan sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama militer bilateral.

Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan, kedua menteri tersebut membahas koordinasi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas regional dalam konteks lingkungan keamanan global yang semakin kompleks, dan menegaskan kembali pentingnya kerja sama pertahanan trilateral dengan Amerika Serikat.
Kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan pertukaran personel dan unit militer guna meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan antara militer Korea Selatan dan Pasukan Bela Diri Jepang.
Pertemuan di Yokosuka berlangsung di tengah tren terkini menuju hubungan politik yang lebih erat antara Seoul dan Tokyo di bawah kepemimpinan para pemimpin baru. Kedua negara berupaya mengatasi ketegangan hubungan selama bertahun-tahun yang berakar pada isu-isu historis.
Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari diskusi bilateral sebelumnya, termasuk pertemuan antara kedua pihak di Korea Selatan pada bulan September.
Menjelang pembicaraan ini, kantor berita Yonhap mengutip Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi yang menekankan bahwa kerja sama pertahanan antara Korea Selatan dan Jepang, serta dengan Amerika Serikat, menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam konteks keamanan regional dan internasional yang bergejolak.
Sumber: https://congluan.vn/han-quoc-va-nhat-ban-nhat-tri-nang-cap-hop-tac-quoc-phong-10328838.html








Komentar (0)