CNN melaporkan bahwa puluhan tembakan tiba-tiba terdengar tepat setelah pukul 6 sore pada tanggal 23 Mei (waktu setempat, atau pagi tanggal 24 Mei waktu Hanoi ) di dekat halaman Gedung Putih di Washington D.C., dan Dinas Rahasia AS dengan cepat mengerahkan pasukan untuk mengamankan seluruh area tersebut.

Seorang pejabat senior di pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kepada reporter Fox News, Chad Pergram, bahwa insiden tersebut bermula dari seorang pria bersenjata yang "mengeluarkan pistol" sambil berdiri di luar Gerbang Barat Gedung Putih dan menembakkan tiga tembakan ke arah gedung tersebut.
Tak lama kemudian, agen Secret Service AS terlibat baku tembak dengan tersangka. Reporter Pergram menambahkan bahwa selama baku tembak, seorang warga sipil yang sedang berjalan di jalan terkena tembakan, tetapi kondisinya belum jelas. Tersangka juga terkena tembakan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa tersangka mencoba mendekati pos pemeriksaan keamanan di persimpangan Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue di luar Gedung Putih dan melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan. Agen Secret Service kemudian melumpuhkan tersangka.
Selina Wang, koresponden Gedung Putih ABC News, membagikan video di media sosial pada hari yang sama yang merekam momen terdengarnya tembakan. "Saya sedang merekam dengan ponsel saya untuk diunggah ke media sosial dari halaman utara Gedung Putih ketika saya mendengar suara tembakan. Terdengar seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk lari ke ruang briefing," tulis Wang di media sosial.
Penembakan itu terjadi saat Presiden Trump berada di Gedung Putih. Namun, insiden tersebut dilaporkan tidak berdampak pada operasional di dalam gedung. Penguncian Gedung Putih dicabut setelah sekitar 30 menit.
Dinas Rahasia mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Direktur FBI Kash Patel juga mengumumkan bahwa ia telah mengirim pasukan ke lokasi kejadian untuk membantu Dinas Rahasia dalam menangani masalah ini.
Sumber: https://cand.vn/hang-chuc-tieng-sung-no-vang-len-gan-nha-trang-post811809.html








Komentar (0)