Dari perkebunan teh hijau yang subur hingga merek "Teh Hijau Desa Ven" yang telah diakui sebagai produk OCOP bintang 3, masyarakat Desa Ven, Distrik Yen The, Provinsi Bac Giang telah mampu menstabilkan kehidupan mereka serta melestarikan dan menyebarkan identitas budaya mereka.
Desa Ven bagaikan "permata tersembunyi" di pegunungan hijau subur distrik Yen The. Desa Cao Lan kuno ini, yang berusia lebih dari tiga abad, terletak di kaki bukit yang subur. Berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Bac Giang, Desa Ven menonjol dengan pemandangan hutan, gunung, dan air terjunnya, serta kekayaan nilai-nilai budaya masyarakat Cao Lan. Sejak awal berdirinya desa, teh telah menjadi sahabat dekat masyarakat Desa Ven. Teh ditanam di lereng bukit yang landai, memanfaatkan tanah yang subur dan iklim yang sejuk, yang menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga.
Masyarakat Cao Lan, dengan sifat rajin dan terampilnya, telah merawat tanaman teh mereka dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, teh bukan hanya tanaman ekonomi tetapi juga ikatan yang menghubungkan komunitas, melestarikan jiwa budaya Cao Lan. Tanaman teh Bản Ven telah menyaksikan perubahan zaman. Dari masa produksi manual, di mana orang memetik daun teh dengan tangan dan memanggangnya di wajan besi cor, hingga saat ini, tanaman teh dirawat sesuai dengan standar modern seperti VietGAP dan pertanian organik. Meskipun demikian, rahasia "menyerap aroma" – membiarkan teh mendingin di tanah yang bersih sebelum dikemas – masih dilestarikan oleh masyarakat Cao Lan sebagai warisan. Kombinasi tradisi dan modernitas inilah yang menciptakan karakteristik unik teh hijau Bản Ven: warna hijau muda, rasa yang kaya, dan aroma yang kuat.
Dalam kehidupan sehari-hari, teh hadir di festival, pernikahan, atau sekadar saat berbincang di beranda rumah panggung. Melalui melodi lagu-lagu rakyat Sinh yang dinyanyikan di perkebunan teh, masyarakat Cao Lan mengungkapkan kecintaan mereka pada tanah air, rasa syukur kepada alam, dan kebanggaan mereka terhadap tanaman teh. Kemudian, tanaman teh itu sendiri telah menjadi jembatan, mendekatkan identitas etnis Cao Lan kepada wisatawan domestik dan mancanegara karena desa Ven telah menjadi destinasi wisata yang menarik.
Koperasi Than Truong adalah unit pelopor yang berkontribusi pada perluasan teh desa Ven. Saat ini, koperasi telah berinvestasi pada mesin modern seperti mesin pemanggang dan penggiling, serta menerapkan teknologi irigasi otomatis, yang membantu meningkatkan produktivitas dan menjamin kualitas. Rahasia pengolahan teh masyarakat Cao Lan, seperti panen sesuai standar "satu tunas dan dua daun muda" atau membiarkan teh "menyerap aromanya" di tanah yang bersih, telah distandarisasi oleh koperasi sambil tetap melestarikan karakteristik tradisional. Teh desa Ven diakui sebagai produk OCOP bintang 3 pada tahun 2022.
Dukungan dari pemerintah daerah juga memainkan peran penting. Misalnya, Komite Rakyat Distrik Yen telah menerapkan proyek pembangunan pertanian berkelanjutan untuk periode 2021-2025, yang mendukung masyarakat dalam menanam varietas teh baru seperti LDP1 dan LDP2, menerapkan teknik pertanian modern, dan membangun area produksi teh komersial. Kursus pelatihan, program dukungan mesin dan sistem irigasi telah membantu masyarakat mengurangi beban kerja dan meningkatkan kualitas produk. Hasilnya, hasil panen teh di desa Ven mencapai 9-10 ton/ha/tahun, memberikan pendapatan yang stabil bagi ratusan rumah tangga.
Hamparan perbukitan teh hijau yang tak berujung, menyerupai mangkuk terbalik yang membentang di lereng bukit, telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Dipadukan dengan lanskap alam yang indah dan landmark budaya seperti rumah komunal desa, bendera upacara, dan pohon kayu besi berusia seribu tahun, Desa Ven kini telah menjadi destinasi ekowisata berbasis komunitas yang menarik. Seiring waktu, Koperasi Than Truong telah mengembangkan pengalaman wisata seperti memetik teh, pengolahan teh, dan menikmati makanan khas lokal yang terkait dengan budaya Cao Lan.
Pengunjung desa Ven dapat mengagumi pemandangan alam, menikmati kemeriahan festival, mendengarkan lagu-lagu rakyat Sinh, dan bersantai di rumah panggung tradisional. Desa Ven, destinasi ekowisata dan budaya, diakui sebagai produk OCOP bintang 3 pada tahun 2022 dan telah menyambut puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya, memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.
Pengembangan pariwisata juga berkontribusi pada pelestarian dan penyebaran identitas budaya masyarakat Cao Lan. Melalui pelatihan pariwisata berbasis komunitas, serta investasi dalam infrastruktur seperti rumah panggung, wisma tamu, dan kios yang menjual produk OCOP, desa Ven telah menjadi destinasi yang lebih profesional. Produk-produk seperti teh hijau, madu hutan, ayam kampung, dan ketan lima warna berfungsi sebagai oleh-oleh sekaligus cara bagi wisatawan untuk membawa pulang kisah budaya desa Ven.
Tanaman teh di desa Bản Ven juga merupakan simbol ketahanan, kerja keras, dan kreativitas masyarakat Cao Lan. Dari perkebunan teh sederhana, masyarakat Bản Ven telah membangun merek ternama, berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan standar hidup. Perjalanan tanaman teh selama lebih dari 300 tahun adalah kisah tentang hubungan erat antara manusia dan alam, dan tentang bagaimana sebuah komunitas kecil telah melestarikan identitas budayanya di tengah arus modernitas.
Sumber: https://nhandan.vn/hanh-trinh-cay-che-ban-ven-post886749.html







Komentar (0)