Seiring waktu, apa yang dimulai sebagai kegiatan rakyat telah berkembang menjadi festival berskala besar, menjadi simbol budaya khas wilayah Bay Nui dan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Perlombaan sapi jantan bukan hanya acara olahraga tetapi juga simfoni budaya Khmer yang semarak. Sapi-sapi jantan tersebut dirawat dengan cermat dan terkait erat dengan kehidupan pertanian; para "penunggang sapi jantan" bukan hanya peserta lomba tetapi juga penjaga jiwa festival. Masyarakat setempat, dari muda hingga tua, menganggap perlombaan sapi jantan sebagai bagian integral dari tanah air mereka.
Berikut beberapa gambar yang diambil oleh wartawan dari Surat Kabar Tentara Rakyat di Festival Adu Banteng Bay Nui ke-30, yang diadakan pada tanggal 20 September di An Giang .
| Potongan kain berwarna-warni pada setiap pasang lembu dimaksudkan untuk membawa keberuntungan dalam perlombaan. |
| Para "penunggang banteng" memimpin sepasang banteng kuat ke lintasan balap, siap untuk berkompetisi. |
| Anak-anak Khmer diperkenalkan pada budaya tradisional mereka yang unik oleh orang tua mereka. |
| Festival adu banteng juga merupakan kesempatan bagi masyarakat Khmer untuk melestarikan dan menampilkan identitas budaya tradisional mereka. |
THUY AN - NAM NGUYEN - DANG MINH VU (dikompilasi)
* Silakan kunjungi bagian yang relevan untuk melihat berita dan artikel terkait.
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/hap-dan-hoi-dua-bo-bay-nui-847153







Komentar (0)