![]() |
Ronaldo melilitkan kausnya di tubuhnya seperti seorang raja setelah pertandingan. |
Cristiano Ronaldo terus tampil mengesankan di Liga Pro Saudi, mencetak dua gol untuk membantu Al Nassr menang 4-0 melawan Al Hazem di putaran ke-22 dan merebut kembali posisi puncak. Setelah peluit akhir, Ronaldo menarik perhatian dengan muncul mengenakan jubah Bisht tradisional, yang juga dikenal sebagai "Jubah Emas".
Bisht bukanlah pakaian biasa. Ini adalah jubah formal, yang sering dikenakan oleh pria Saudi di atas pakaian lain pada acara-acara penting. Bisht melambangkan status tinggi, kehormatan, dan otoritas. Para pemimpin, kepala suku, atau tokoh-tokoh terkemuka sering mengenakan bisht pada acara-acara penting.
Keputusan Ronaldo untuk mengenakan jersey Bisht setelah mencapai 500 gol sejak usia 30 tahun memiliki makna simbolis yang jelas. Ini adalah cara untuk menghormati sosok sentral, ikon olahraga yang memberikan dampak besar di liga. Dalam budaya Arab Saudi, tindakan ini menandakan rasa hormat dan pengakuan.
Bisht biasanya berwarna hitam, krem, atau cokelat. Tepiannya dihiasi sulaman rumit dengan benang emas atau perak. Versi yang paling mewah menggunakan benang emas buatan tangan yang disebut Zari, yang diimpor dari Jerman, Prancis, atau India. Bisht yang paling bergengsi adalah Al Hasawi, yang terkenal dengan keahliannya di wilayah Al Ahsa. Pakaian ini sering dibuat dari wol lembut, kasmir, atau bulu unta, menciptakan lipatan elegan saat dikenakan di bahu.
Ronaldo tidak hanya mencetak gol tetapi juga membenamkan dirinya dalam budaya lokal. Di usia 41 tahun, ia tetap menjadi pemain kunci bagi Al Nassr dan kini telah menjadi jembatan antara sepak bola modern dan tradisi Saudi.
Dua gol tersebut membantu Al Nassr merebut kembali posisi puncak. Dan shalawat yang disampirkan di pundak Ronaldo menegaskan bahwa CR7 bukan hanya bintang sepak bola, tetapi juga ikon yang dihormati di negeri ini.
Sumber: https://znews.vn/hinh-anh-uy-quyen-gay-sot-cua-ronaldo-post1629417.html









Komentar (0)