Mengomentari usulan penerapan AI dalam pembuatan dan penegakan hukum, Profesor Madya Dr. Nguyen Dinh Hien dari Universitas Teknologi Informasi (Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh) menyarankan agar Kementerian Kehakiman bekerja sama erat dengan unit-unit teknologi informasi.
Dalam sistem ini, Kementerian Kehakiman bertanggung jawab untuk memverifikasi isi dan menstandarisasi data masukan. Unit teknologi mengembangkan basis pengetahuan dan sistem perangkat lunak yang sesuai; mekanisme pembaruan otomatis diperlukan ketika dokumen hukum baru diterbitkan untuk mencegah sistem menjadi usang.

Menurut Bapak Nguyen Dinh Hien, untuk meningkatkan keandalan sistem AI hukum, respons yang diberikan perlu transparan, dengan kutipan spesifik untuk setiap pasal, klausa, dan poin dari dokumen hukum yang berlaku, sekaligus memperluas cakupan aplikasinya ke berbagai bidang.
Terkait proyek ini, Ibu Nguyen Truc Van, M.Sc., dari Institut Penelitian Pembangunan Kota Ho Chi Minh, mengusulkan pengembangan model AI khusus untuk bidang hukum (LLM Hukum Vietnam); menerapkan AI untuk mendukung kegiatan peradilan; membangun ekosistem LegalTech Vietnam; mendukung perusahaan rintisan dan usaha patungan publik-swasta untuk mengembangkan layanan hukum digital. Bersamaan dengan itu, beliau menyarankan pembentukan mekanisme "AI sandbox" untuk menguji coba model hukum AI dalam lingkungan terkontrol sebelum diterapkan secara luas.

Wakil Menteri Kehakiman Nguyen Thanh Tinh menyampaikan bahwa pembangunan basis data hukum yang besar bertujuan untuk menciptakan sumber daya digital yang dapat melayani pembangunan sosial ekonomi , manajemen negara, dan kebutuhan akses hukum sehari-hari warga negara.
Wakil Menteri Nguyen Thanh Tinh menyampaikan harapannya agar para delegasi terus melakukan penelitian dan memberikan masukan mengenai cakupan data yang akan dibangun, metode pemanfaatan dan penggunaannya, serta solusi implementasi praktis. Kementerian Kehakiman akan mengembangkan dan menyediakan API agar warga dan pelaku usaha dapat memanfaatkan basis data ini secara efektif.

Terkait proyek penerapan AI dalam pembuatan dan penegakan hukum, Wakil Menteri Nguyen Thanh Tinh menekankan bahwa AI adalah tren yang tak terhindarkan dan Vietnam tidak dapat ketinggalan. Untuk menciptakan terobosan dan meningkatkan daya saing, diperlukan solusi proaktif dalam menerapkan AI untuk melayani pembuatan dan penegakan hukum.
Menurut Wakil Menteri Nguyen Thanh Tinh, warga dan pelaku bisnis cenderung mencari bantuan pengacara untuk sebagian besar masalah hukum. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi AI yang andal untuk keperluan hukum akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Selain itu, perlu dikembangkan AI di bidang hukum khusus untuk mendukung kegiatan peradilan seperti penyusunan, peninjauan, dan verifikasi dokumen, serta penilaian dampak kebijakan.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/hinh-thanh-co-che-sandbox-ai-thi-diem-cac-mo-hinh-ai-phap-ly-post852901.html







Komentar (0)