
Selama bertahun-tahun, Provinsi Ninh Binh telah berfokus pada pelaksanaan berbagai kegiatan untuk mengembangkan budaya membaca, seperti menyelenggarakan Hari Buku dan Budaya Membaca Vietnam; meluncurkan kompetisi "Duta Budaya Membaca"; dan mempromosikan peredaran buku, surat kabar, dan dokumen hingga ke tingkat akar rumput, mendekatkan buku dan pengetahuan kepada masyarakat. Di banyak daerah di provinsi ini, model keluarga belajar yang terkait dengan pengembangan budaya membaca di tingkat akar rumput mulai terbentuk. Meskipun lembaga budaya akar rumput telah berperan dalam mengembangkan budaya membaca, pembentukan kebiasaan membaca dalam setiap keluarga tetap fundamental dan memainkan peran penting dalam membimbing akses anak-anak terhadap pengetahuan sejak usia dini.
Pada kenyataannya, banyak keluarga saat ini belum cukup memperhatikan pemb培养 kebiasaan membaca pada anak-anak. Banyak anak kecil terpapar perangkat elektronik pintar (ponsel, tablet, dll.) sejak usia dini, terutama untuk hiburan, sementara pemilihan bahan bacaan yang tepat, baik cetak maupun digital, seringkali diabaikan. Ruang dan kebiasaan membaca dalam keluarga terbatas, dan membaca belum menjadi bagian rutin dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang tua sibuk dengan pekerjaan dan karena itu tidak dapat mempertahankan kebiasaan membaca pada anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan lingkungan dan kebiasaan membaca dalam keluarga masih jauh dari tuntutan situasi saat ini.
Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan terpenting untuk membentuk kebiasaan membaca dan membimbing pendekatan anak terhadap pengetahuan. Anak yang secara teratur dibagikan isi buku-buku bagus oleh orang tuanya dan didorong untuk menjelajahi pengetahuan dari berbagai sumber secara alami akan mengembangkan kecintaan terhadap buku, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir, berbahasa, dan berkomunikasi.
Membangun budaya membaca dalam keluarga tidak memerlukan tindakan besar; hal itu dimulai dengan tindakan nyata seperti menciptakan ruang baca yang sesuai di rumah; memilih buku (baik cetak maupun e-book) yang sesuai dengan usia anak; dan menjaga waktu membaca secara teratur sebagai bagian dari kehidupan keluarga.
Selain itu, peran orang tua sebagai panutan sangat penting; orang tua yang memiliki kebiasaan membaca akan menginspirasi anak-anak mereka untuk mencintai buku. Hal ini juga berkontribusi dalam membangun lingkungan belajar di setiap keluarga, membantu membaca secara bertahap menjadi kebutuhan yang didorong oleh diri sendiri bagi anggota keluarga, sehingga membentuk kebiasaan membaca yang positif dan menciptakan fondasi untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan.
Seiring dengan upaya proaktif dari setiap keluarga, pemerintah daerah dan departemen terkait terus berfokus pada pengembangan sistem perpustakaan akar rumput, meningkatkan efektivitas koleksi buku desa dan dusun; memperluas layanan perpustakaan keliling, dan menciptakan kondisi agar masyarakat, terutama anak-anak di daerah pedesaan, dapat mengakses pengetahuan dengan lebih mudah. Sekolah juga perlu memperkuat koordinasi dengan keluarga dalam membimbing keterampilan membaca, menyelenggarakan kegiatan membaca tematik, dan berkontribusi dalam memperkuat dan menyebarkan kebiasaan membaca dari keluarga ke masyarakat.
Selain itu, gerakan untuk membangun masyarakat belajar di provinsi ini terus diimplementasikan secara luas melalui model keluarga belajar, klan belajar, dan komunitas belajar, sehingga menciptakan kondisi agar membaca dan belajar mandiri menjadi kebutuhan rutin di setiap keluarga, yang berkontribusi pada pembangunan budaya membaca yang berkelanjutan di masyarakat.
Membangun budaya membaca adalah perjalanan panjang yang membutuhkan upaya bersama seluruh masyarakat; di mana setiap keluarga merupakan "inti" terpenting. Ketika kebiasaan dan lingkungan membaca terbentuk di setiap rumah, budaya membaca akan menyebar secara berkelanjutan di masyarakat, berkontribusi pada peningkatan tingkat intelektual masyarakat, membangun masyarakat pembelajar, dan menciptakan fondasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia di provinsi pada periode saat ini.
Sumber: https://baoninhbinh.org.vn/hinh-thanh-van-hoa-doc-tu-moi-gia-dinh-260417145359579.html






Komentar (0)