Momen paling berkesan dari pelatih Simeone dalam pertandingan di Stadion Metropolitano terjadi di babak pertama, setelah striker Ademola Lookman memperlebar keunggulan Atletico menjadi 3-0. Secara spesifik, pelatih asal Argentina itu mengangkat tiga jari menunjuk ke arah Yamal, yang berdiri di dekat garis pinggir lapangan.
Media Spanyol menduga bahwa ini adalah tindakan provokatif dari pelatih Simeone terhadap lawannya, sekaligus menunjukkan kepercayaan dirinya akan kemenangan timnya. Sementara itu, Yamal tidak membalas tindakan pelatih Simeone, melainkan hanya membalikkan badan dan pergi.
![]() |
Momen ketika pelatih Simeone memprovokasi Yamal. |
Setelah kejadian itu, pelatih Simeone bahkan berlari di sepanjang pinggir lapangan merayakan di tengah suasana yang riuh. Sebelum babak pertama berakhir, Julian Alvarez mencetak gol untuk memastikan kemenangan 4-0 bagi tim tuan rumah.
Setelah pertandingan, pelatih Simeone berbagi kegembiraannya dengan para penggemar: “Saya tahu tim membutuhkan kemenangan besar seperti ini untuk menciptakan momentum bagi sisa musim ini. Atletico tahu lawan yang harus kami hadapi. Masih ada leg kedua di depan, tetapi sekarang saatnya bagi semua orang untuk menikmati kemenangan ini.”
Adapun Yamal, ia tampil kurang memuaskan melawan Atletico, gagal mencetak gol atau memberikan assist. Penyerang asal Spanyol itu hanya menyelesaikan 73% operannya dan gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang 90 menit.
Dalam pertandingan ini, Barcelona kehilangan beberapa pemain kunci seperti Raphinha, Gavi, Pedri, Marcus Rashford, dan Andreas Christensen. Meskipun demikian, kalah dengan selisih empat gol membuat tugas untuk membalikkan defisit di leg kedua hampir mustahil.
Bagi Atletico, kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk sisa musim ini, terutama saat klub bersiap menghadapi babak play-off Liga Champions melawan Club Brugge.
Sumber: https://znews.vn/hlv-simeone-khieu-khich-yamal-post1627765.html








Komentar (0)