Di Vietnam, mie pangsit memiliki dua nama utama: hoàn thánh (Vietnam Selatan) dan vằn thắn (Vietnam Utara). Hidangan ini berasal dari Tiongkok, ditransliterasikan dari pengucapan Kanton dari kata vân thôn (雲吞, wan4 tan1) dan hồn đồn (馄饨, wan4 tan1).
Dalam buku "Fangyan" (方言) yang ditulis oleh Yang Xiong pada masa Dinasti Han Barat, terdapat penyebutan sejenis kue yang disebut "dun," yaitu roti kukus (bing wei zhi dun/饼谓之饨). Orang Tiongkok kuno menggambarkannya sebagai roti tertutup yang disebut "hundun" (浑沌), yang kemudian disebut "hundun" (馄饨). Pada saat itu, "hundun" dan roti kukus tidak dapat dibedakan. Baru sejak Dinasti Tang dan seterusnya nama "hundun" (pangsit) dan roti kukus secara resmi dibedakan.
Ada dua teori tentang asal usul wonton:
a. Dari Taoisme: Pada titik balik musim dingin, semua kuil Taois di ibu kota akan mengadakan upacara besar. Para pendeta Taois akan membacakan kitab suci dan menyiapkan meja untuk merayakan ulang tahun Tiga Yang Maha Suci (tiga dewa tertinggi dalam Taoisme). Taoisme percaya bahwa Tiga Yang Maha Suci melambangkan abad pertama ketika dunia masih kacau dan energi Taois belum terwujud. Karya "Yan Jing Sui Shi Qi" menyebutkan bahwa bentuk pangsit menyerupai telur ayam, sangat mirip dengan kekacauan dunia. Oleh karena itu, pada titik balik musim dingin, orang Tiongkok memiliki kebiasaan makan "seratus pangsit". Karena "seratus pangsit" (馄饨) dan "kekacauan" (混沌) adalah homofon, kepercayaan rakyat menyatakan bahwa makan pangsit dapat menembus kekacauan dan membuka dunia. Namun, generasi selanjutnya tidak lagi menjelaskan makna asli dari hidangan ini, hanya menyebarkan pepatah "Pangsit titik balik musim dingin, mi titik balik musim panas." Sebenarnya, ungkapan ini hanya merujuk pada pola makan tertentu.
b. Asal Usul Xi Shi: Menurut legenda, pada sebuah jamuan makan selama periode Musim Semi dan Musim Gugur, Xi Shi yang cantik menyiapkan hidangan untuk menjamu Raja Wu. Raja memakannya, mengangguk, dan bertanya, "Hidangan lezat apakah ini?" Xi Shi, mengira raja tergila-gila padanya, dengan tenang menjawab, "Kekacauan" (混沌). Sejak saat itu, masyarakat Suzhou menggunakan "kekacauan" sebagai hidangan istimewa untuk festival titik balik matahari musim dingin.
Setiap daerah di Tiongkok memiliki cara tersendiri dalam menyiapkan pangsit, menciptakan variasi, oleh karena itu hidangan ini memiliki banyak nama berbeda: hunter (馄饨, húntún); chāosh-u (抄手, chāosh-u); bāo miàn (包面, bāo miàn); shuǐjiǎo (水饺, shuǐjiǎo); bāofú (包袱, bāofú); biǎnshi (扁食, biǎnshi) dan biǎn ròu (扁肉, biǎn ròu)…
Di Guangdong, karena kata "hundred donuts" (donat seratus) relatif jarang digunakan, orang sering menuliskannya sebagai "yuncun" (云吞) untuk kemudahan, karena kata ini diucapkan mirip dengan "hundred donuts" (馄饨) dalam bahasa Kanton. Donat seratus diperkenalkan ke Guangdong selama dinasti Tang dan Song.
Pada tanggal 1 Desember 2017, pemerintah Tiongkok mengeluarkan peraturan yang menetapkan nama standar bahasa Inggris untuk wonton sebagai wonton, yang berasal dari kata Kanton wan4 tan1 (云吞); atau huntun, yang berasal dari kata Mandarin húntún (馄饨).
Di Tiongkok, pangsit hadir dalam berbagai variasi: pangsit isi daging yang mengembang, pangsit goreng, pangsit isi udang dan ikan, dan lain sebagainya. Hidangan ini diperkenalkan ke Vietnam pada tahun 1930-an, dan meskipun masih mengandalkan metode pembuatan aslinya, beberapa bahan telah diubah agar sesuai dengan selera orang Vietnam.
Tautan sumber







Komentar (0)