Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apakah mencium hewan peliharaan aman?

VnExpressVnExpress29/09/2023


Para ahli percaya bahwa mencium hewan peliharaan atau membiarkan mereka menjilat wajah Anda adalah kebiasaan yang berpotensi berisiko dan dapat membuat pemilik hewan peliharaan terpapar beberapa penyakit menular.

Hubungan antara manusia dan hewan peliharaan telah berubah secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Menurut survei komprehensif yang dilakukan di Australia, 69% rumah tangga memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Orang-orang menghabiskan sekitar AUD 33 miliar setiap tahunnya untuk perawatan hewan peliharaan mereka.

Memelihara hewan peliharaan menawarkan banyak manfaat kesehatan fisik dan mental. Namun, setiap hewan membawa penyakit menular yang terkadang dapat menyebar ke manusia. Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, risikonya rendah. Namun, wanita hamil dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit dari hewan. Kebiasaan seperti mencium hewan peliharaan atau membiarkan mereka menjilati wajah Anda juga dapat menjadi penyebab penyakit.

Penelitian di Belanda menunjukkan bahwa separuh pemilik hewan peliharaan mengizinkan hewan peliharaan mereka menjilati wajah mereka, dan 18% mengizinkan anjing mereka tidur di ranjang yang sama. Studi lain menunjukkan bahwa 45% pemilik kucing mengizinkan kucing mereka melompat ke wastafel dapur.

Kebiasaan ini, ditambah dengan mencium hewan peliharaan, dapat menyebarkan penyakit menular dari hewan ke manusia. Sebuah laporan tahun 2011 menunjukkan seorang wanita di Jepang tertular meningitis akibat infeksi Pasteurella multicoda setelah sering mencium wajah anjingnya. Pasteurella multicoda adalah bakteri yang umum ditemukan di rongga mulut anjing dan kucing. Anak-anak kecil juga lebih mungkin tertular penyakit ini dari anjing dan kucing, karena mereka sering memasukkan tangan ke mulut setelah menyentuh hewan peliharaan.

Seorang wanita mencium anjing peliharaannya. Foto: Freepik

Seorang wanita mencium anjing peliharaannya. Foto: Freepik

Saat ini terdapat lebih dari 70 patogen yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Terkadang, hewan peliharaan yang sakit mungkin tidak tampak sakit atau menunjukkan gejala yang jelas. Hal ini memudahkan pemiliknya untuk terinfeksi. Bakteri, virus, atau parasit dapat ditularkan langsung ke manusia melalui air liur, feses, dan cairan tubuh, atau secara tidak langsung melalui lingkungan tempat tinggal yang terkontaminasi, alas tidur, tanah, makanan, atau air.

Anjing dan kucing seringkali menjadi sumber virus, bakteri, jamur, dan parasit yang dapat ditularkan ke manusia. Di daerah endemik rabies seperti Afrika dan Asia, anjing adalah sumber utama penularan rabies melalui air liur. Anjing juga membawa bakteri Capnocytophaga di mulut dan air liurnya, yang dapat ditularkan ke manusia melalui kontak dekat atau gigitan. Sebagian besar orang tidak akan terkena penyakit ini, tetapi bakteri ini terkadang dapat menginfeksi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, menyebabkan penyakit parah dan bahkan kematian. Pada awal September, Australia mencatat seorang wanita yang meninggal 11 hari setelah tertular bakteri langka dari gigitan anjing.

Patogen yang ditularkan dari kucing ke manusia biasanya melalui mulut atau feses, seperti giardia, campylobacteriosis, salmonellosis, dan toxoplasmosis. Para ahli menyarankan agar orang mencuci tangan secara menyeluruh dan mengenakan sarung tangan setiap kali membersihkan kotak kotoran kucing. Kucing juga terkadang dapat menularkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae melalui gigitan atau cakaran.

Baik anjing maupun kucing merupakan reservoir dari Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA), yang menyebabkan penyakit stafilokokus – sebuah masalah kesehatan global dan pengobatan yang menantang.

Selain anjing dan kucing, burung, kura-kura, dan ikan juga dapat menularkan penyakit ini. Burung merupakan pembawa bakteri penyebab pneumonia, yang dapat menyebabkan psittacosis. Kontak dekat dengan kura-kura peliharaan dapat membuat pemiliknya, terutama anak-anak kecil, terpapar infeksi Salmonella.

Para ahli tidak keberatan dengan kepemilikan dan interaksi dengan anjing dan kucing. Namun, mereka menyarankan metode yang dapat mengurangi risiko penyakit, seperti mencuci tangan segera setelah bermain dengan hewan peliharaan, setelah membersihkan tempat tidur, mainan, dan kotoran mereka. Orang tidak boleh membiarkan hewan peliharaan menjilat wajah atau luka terbuka; dan anak-anak kecil harus diawasi saat bermain dengan hewan peliharaan, dan diinstruksikan untuk segera mencuci tangan setelahnya.

Thuc Linh (Menurut Percakapan )



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Membuat bendera

Membuat bendera

Masa kanak-kanak disebut kebahagiaan.

Masa kanak-kanak disebut kebahagiaan.

Pagoda Khanh Hung, Hai Phong

Pagoda Khanh Hung, Hai Phong