Lokalisasi produk budaya global
Di tengah gelombang lokalisasi produk budaya global, dek Tarot "Sungai dan Pegunungan Vietnam Selatan" menonjol sebagai proyek dengan kedalaman akademis dan artistik. Menurut penulis Le Chinh, yang bertanggung jawab atas konten proyek ini, tantangan terbesar dalam proses lokalisasi bukanlah mengubah bentuk atau "mengganti nama" kartu asli, tetapi melestarikan semangat inti Tarot sambil membiarkan simbol-simbol Vietnam berbicara sendiri.

Tarot adalah produk simbolis, yang dibangun berdasarkan karakteristik budaya khas Eropa sejak abad ke-15. Karakteristik ini sangat berbeda dari legenda dan mitos dalam budaya Vietnam. “Tantangan sebenarnya adalah menemukan titik temu. Setiap kartu harus sesuai dengan semangat Tarot sekaligus mencerminkan bagaimana orang Vietnam memandang kehidupan, takdir, dan hubungan,” kata penulis Le Chinh. Ini adalah proses “mendengarkan dalam waktu lama”—mendengarkan esensi tradisional Tarot dan mendengarkan materi unik dari legenda dalam budaya tradisional.
Hasil dari perjalanan ini adalah seperangkat 78 kartu flash dwibahasa Vietnam-Inggris, yang menampilkan ilustrasi gambar tangan yang mewarisi gaya artistik tradisional. Isinya didasarkan pada mitos, cerita rakyat, dan kepercayaan yang sudah mengakar dalam jiwa masyarakat Vietnam, seperti: Seratus Telur, Lac Long Quan dan Au Co, Santa Ibu Lieu Hanh, Santa Tran, Kaisar Tran Nhan Tong, Tam, Cuoi, Truong Ba… Materi dipilih dengan cermat dari berbagai sumber kuno seperti: Linh Nam Chich Quai, Viet Dien U Linh Tap, Truyen Ky Man Luc…, bersama dengan catatan silsilah, dekrit kerajaan, dan karya penelitian budaya dan agama resmi. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan tim dalam meletakkan dasar akademis yang kokoh untuk produk kreatif yang ditujukan untuk audiens muda.
Ceritakan kisah tentang budaya tradisional.
Tim tersebut menyatakan bahwa proses ini juga merupakan perjalanan untuk menemukan kembali identitas budaya Vietnam. Sebelumnya, seperti banyak anak muda seusia mereka, mereka tanpa sadar membandingkan budaya nasional mereka dengan budaya negara lain. Namun, semakin dalam mereka mendalami proyek ini, semakin mereka melepaskan pola pikir tersebut. Mereka menyamakan pengalaman ini dengan hidup dalam keluarga yang bahagia: begitu mereka benar-benar memahami dan menghargai nilai-nilai unik mereka sendiri, mereka tidak lagi peduli tentang superioritas atau inferioritas mereka terhadap orang lain. "Kembali ke kepolosan awal mereka" ini adalah fondasi untuk berkarya dengan lebih percaya diri dan alami menggunakan bahan-bahan tradisional.
Dari perspektif yang lebih luas, tim proyek juga menyajikan sudut pandang yang patut diperhatikan tentang peran generasi muda. Menurut penulis Le Chinh, melestarikan dan mempromosikan budaya bukanlah "tanggung jawab tunggal" dari satu generasi saja, melainkan aliran berkelanjutan lintas banyak generasi. Dari zaman menulis buku dengan tinta, hingga surat kabar, televisi, berita daring, dan video pendek, medianya mungkin berubah, tetapi kebutuhan untuk menceritakan kisah budaya nasional selalu tetap ada. Yang dibutuhkan generasi saat ini adalah pemahaman dan keberanian untuk menceritakan kisah itu dalam bahasa zaman mereka.
Tarot "Sungai dan Pegunungan Vietnam Selatan" adalah hasil kolaborasi interdisipliner selama hampir lima tahun. Isi kartu tarot ini ditulis oleh Le Chinh, diilustrasikan oleh seniman Doan Thanh Loc (nama pena Nam Ngoc), yang juga memberikan saran budaya dan agama. Tarot ini juga mendapat manfaat dari penyuntingan profesional dan desain keseluruhan oleh dosen Tran Nguyen Anh Minh (Universitas Van Lang). Pada tahun 2025, kampanye penggalangan dana proyek ini menerima hampir 700 juta VND dari dukungan masyarakat. Angka ini menunjukkan meningkatnya permintaan akan produk-produk serius dan kreatif yang menempatkan fondasi budaya tradisional dalam konteks kontemporer.
Dalam konteks yang lebih luas dari upaya untuk menghidupkan kembali warisan tradisional, Tarot Sungai dan Pegunungan Selatan dapat dilihat sebagai sebuah eksperimen yang patut diperhatikan. Kaum muda tidak hanya "meminjam bentuk" produk budaya global yang representatif, tetapi juga secara aktif terlibat dalam dialog menggunakan identitas unik dan budaya tradisional mereka sendiri.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/hon-viet-trong-van-hoa-duong-dai-post840332.html







Komentar (0)