Di tengah persaingan ketat ujian masuk universitas (gaokao) dan pengetatan kebijakan imigrasi di banyak negara, mahasiswa Tiongkok daratan mengalihkan fokus mereka ke universitas di Hong Kong. Menurut laporan terbaru, kota ini telah melampaui AS dan menjadi tujuan studi terpopuler kedua bagi mahasiswa Tiongkok daratan pada tahun 2026, setelah Inggris.
Tren ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam pola pikir pendidikan keluarga Tionghoa. Sebelumnya, Hong Kong terutama menjadi pilihan bagi sekelompok kecil siswa berprestasi, tetapi sekarang telah berkembang menjadi ekosistem pendidikan yang beragam yang mencakup berbagai saluran perekrutan, program pelatihan, dan jalur karier yang terkait dengan rencana tinggal jangka panjang.
Peningkatan pesat jumlah mahasiswa merupakan bukti nyata dari tren ini. Pada tahun akademik 2023-2024, Hong Kong mencatat lebih dari 38.000 mahasiswa internasional yang terdaftar dalam program pascasarjana, peningkatan lebih dari 200% dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Di Universitas Hong Kong, mahasiswa Tiongkok daratan merupakan proporsi yang sangat besar dari mahasiswa non-residen, terutama di tingkat pascasarjana. Kebijakan perluasan kuota mahasiswa internasional menjadi 40% mulai tahun ajaran 2024-2025 semakin memperkuat peran Hong Kong sebagai "magnet pendidikan".
Yu Wen, seorang warga Beijing, memindahkan putrinya yang duduk di kelas delapan dari sekolah menengah negeri ke sekolah internasional agar dapat mendaftar program studi di luar negeri di Hong Kong. Mengomentari lingkungan pendidikan saat ini, Yu berbagi: “Ujian Gaokao terlalu sulit, dan ketegangan AS-Tiongkok membuat saya khawatir untuk mengirim putri saya ke AS. Awalnya, saya mempertimbangkan Singapura, tetapi peluang kerja bagi putri saya setelah lulus di Hong Kong lebih menjanjikan.”
Selain keunggulannya dalam pendidikan berbahasa Inggris dan sistem universitas kelas dunia, Hong Kong juga menarik karena lokasinya yang strategis secara geografis, biaya hidup yang lebih terjangkau dibandingkan dengan AS, dan kebijakan yang mendukung seperti visa IANG, yang memungkinkan mahasiswa untuk tinggal dan bekerja setelah lulus. Lebih lanjut, Hong Kong menawarkan banyak peluang karir di bidang teknologi dan inovasi.
Namun, pilihan ini tidak sepenuhnya mudah. Meningkatnya permintaan telah membuat penerimaan ke universitas-universitas ternama seperti Universitas Hong Kong, Universitas Tiongkok Hong Kong, dan Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong semakin ketat, dengan persyaratan akademis yang setara dengan universitas-universitas ternama seperti Tsinghua atau Universitas Peking. Hal ini menyebabkan banyak keluarga masih mempertimbangkan pilihan lain seperti AS atau Singapura, tergantung pada tujuan dan keadaan anak-anak mereka.
Selain itu, beberapa orang tua masih lebih menyukai AS karena lingkungannya yang lebih beragam secara budaya dan pengalaman internasional yang lebih luas.
Amy Feng, seorang konsultan di CAC Edu International Education Company, berbagi: “Proses pendaftaran ke universitas-universitas ternama di Hong Kong mengharuskan pelamar memiliki kualifikasi akademik yang setara dengan Universitas Tsinghua atau Universitas Peking. Itu sangat sulit, sementara mendaftar ke 30 universitas terbaik di AS jauh lebih mudah. Bagi banyak keluarga, AS tetap menjadi pilihan yang lebih praktis.”
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/hong-kong-hut-sinh-vien-trung-quoc-dai-luc-post776768.html







Komentar (0)