Menurut PhoneArena , Honor belum memberikan kerangka waktu kapan mereka akan melakukan IPO atau bahkan menyebutkan pasar mana tempat sahamnya akan terdaftar. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan tersebut mengatakan bahwa posisi pasarnya telah membaik selama tiga tahun terakhir dan bahwa IPO akan menjadi langkah selanjutnya dalam pengembangannya.
Honor saat ini merupakan merek smartphone nomor satu di Tiongkok.
Tangkapan layar dari PhoneArena
Dilaporkan, setahun setelah meninggalkan Huawei dan tidak lagi terpengaruh oleh sanksi AS, pada Agustus 2021, Honor telah menjadi merek smartphone terbesar ketiga di Tiongkok. Tahun lalu, perusahaan ini merupakan merek smartphone terbesar kedua di Tiongkok, dan dalam laporan kuartal ketiga tahun 2023, Honor menjadi merek terkemuka di negara tersebut dengan penjualan 11,8 juta unit. Di Eropa, Honor menjadi merek smartphone terpopuler kelima pada kuartal ketiga.
Honor telah memukau dengan berbagai produknya, termasuk ponsel lipat bergaya buku Magic V2, dan perusahaan ini juga sedang mengembangkan ponsel lipat bergaya cangkang kerang untuk dirilis pada tahun 2024.
Honor, yang berbasis di Shenzhen, mengatakan pihaknya berupaya untuk "terus mengoptimalkan struktur kepemilikan sahamnya, menarik modal yang beragam, dan berpartisipasi dalam pasar penggalangan dana melalui IPO." Perusahaan juga akan melakukan perubahan pada dewan direksinya "untuk memastikan diversifikasi yang lebih besar guna memenuhi persyaratan peraturan dan manajemen yang relevan."
Pada kuartal ketiga, Honor memimpin pasar ponsel pintar Tiongkok dengan pangsa pasar 18%, diikuti oleh Oppo, Apple, dan Vivo, yang semuanya memiliki pangsa pasar 16%. Xiaomi berada di peringkat kelima dengan 14%.
Tautan sumber







Komentar (0)