
Di tengah lanskap megah pegunungan Leng Su Sin, warna-warna lembut bunga teratai menciptakan sentuhan ketenangan di wilayah perbatasan ini.
Dengan benih yang dibawa sendiri dari kampung halamannya dan ditanam selama bertahun-tahun bekerja di Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sìn, kolam teratai tersebut kini telah menjadi daya tarik wisata, tempat pendidikan tradisional, dan perhentian yang bermakna dalam perjalanan menjelajahi wilayah perbatasan Dien Bien.

Kolam teratai, yang berukuran sekitar 300m², terletak di sebelah gerbang Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sìn.
Terletak tepat di pintu masuk Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sìn, di sepanjang Jalan Raya Nasional 4H, kolam teratai seluas kurang lebih 300m² ini menyediakan tempat yang nyaman bagi para pejabat, penduduk setempat, dan wisatawan untuk berhenti, berkunjung, dan mengabadikan momen-momen indah selama perjalanan mereka ke wilayah perbatasan Tanah Air ini.

Bunga teratai merah muda yang lembut menampilkan keindahan murni mereka di tengah wilayah perbatasan.

Lebih dari sekadar tempat indah di tengah hutan yang luas, danau teratai ini juga menyimpan kisah tentang masa sulit namun membanggakan, ketika prajurit penjaga perbatasan Tran Van Tho dan rekan-rekannya gigih tetap dekat dengan rakyat, menyebarkan dan memobilisasi kelompok etnis Ha Nhi untuk melindungi tanah mereka dan menjaga kedaulatan perbatasan nasional. Pada saat yang sama, mereka membimbing masyarakat untuk mengenal metode produksi baru, termasuk teknik budidaya padi sawah.

Para perwira dan prajurit Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sìn secara rutin merawat dan memelihara kolam teratai tersebut.
Setiap kali bunga teratai mekar, kelopak merah mudanya yang lembut menjulang di tengah hijaunya pegunungan dan hutan, melepaskan aroma lembut yang menyejukkan udara di wilayah perbatasan terpencil ini. Kelopak merah muda yang tipis dan lembut, berlapis-lapis di sekitar putik keemasan, menonjol di antara dedaunan hijau yang lebar, menciptakan pemandangan alam yang harmonis dan damai. Setiap kali angin pegunungan berhembus, aroma lembut teratai meresap ke udara, membawa serta keanggunan bunga yang diasosiasikan dengan keindahan yang sederhana namun mulia.

Untuk melestarikan keindahan dan nilai kolam teratai, setiap tahun para perwira dan prajurit Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sìn merawat dan memperindahnya: mulai dari membersihkan permukaan kolam, mencabuti gulma, memangkas pohon, mengisi kembali sumber air hingga memelihara dan melindungi setiap tunas teratai yang baru tumbuh.

Kelopak bunga teratai yang lembut, dengan warna merah muda yang elegan, tumbuh di antara dedaunan hijau, menghadirkan kesejukan yang menyegarkan pada pemandangan di gunung Leng Su Sin.

Bunga teratai yang mekar di Pos Penjaga Perbatasan Leng Su Sin saat ini merupakan daya tarik pemandangan sekaligus simbol vitalitas abadi, ikatan erat antara militer dan rakyat, serta kelanjutan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan oleh Pahlawan Martir Tran Van Tho di perbatasan paling barat Tanah Air.

Aroma bunga teratai meresap ke pegunungan dan hutan, menambah keindahan sederhana dan damai di wilayah paling barat ini.

Ruang damai di tepi kolam teratai telah menjadi tempat berkumpul yang bermakna, di mana para perwira, prajurit, dan masyarakat setempat dapat berinteraksi dan memperkuat ikatan antara militer dan masyarakat.
Menurut surat kabar Dien Bien Phu
Sumber: https://baoangiang.com.vn/huong-sen-giua-troi-bien-cuong-a491354.html







