SGGP
Untuk mempercepat pembangunan ibu kota baru Nusantara di Pulau Kalimantan, Parlemen Indonesia baru saja menyetujui tambahan dana sebesar 15 triliun rupiah (US$1,01 miliar).
Presiden Joko Widodo berjanji bahwa pemerintah hanya akan menginvestasikan 20% dari perkiraan biaya proyek pembangunan ibu kota baru sebesar 32 miliar dolar AS, sedangkan sisanya akan berasal dari sektor swasta.
Indonesia memulai pembangunan ibu kota barunya, yang terletak 2.000 km di timur laut Jakarta, pada pertengahan tahun 2022 dengan tujuan menciptakan kota hijau masa depan, yang menekankan hutan, taman, produksi pangan menggunakan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang cerdas, dan bangunan hijau.
Saat ini, Indonesia sedang mempercepat pembangunan gedung-gedung administrasi utama di ibu kota, termasuk istana presiden dan gedung-gedung kementerian utama, dengan tujuan agar setidaknya 16.000 pegawai negeri sipil, personel militer, dan petugas kepolisian dapat pindah ke sana tahun depan.
Sumber






Komentar (0)