Bapak Satoru Mochizuki (kanan) dipecat sebagai pelatih kepala tim putri karena komunikasi yang buruk dengan para pemain - Foto: BOLA
Setelah memecat pelatih Jepang Satoru Mochizuki, presiden Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Bapak Erick Thohir, mengharuskan penggantinya di tim wanita untuk menguasai bahasa Inggris.
Permintaan tersebut diajukan untuk mengatasi masalah komunikasi dalam tim putri Indonesia, yang banyak beranggotakan pemain naturalisasi dari Amerika Serikat dan Belanda.
Posisi pelatih kepala tim putri Indonesia saat ini sementara dijabat oleh pelatih Joko Susilo. Ia akan memimpin tim untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Wanita AFF 2025 bulan Agustus ini.
Namun, PSSI sedang aktif mencari pelatih kepala tetap dan Bapak Erick Thohir menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris merupakan persyaratan yang sangat diperlukan.
"Saat ini, tim putri kami memiliki pemain dari AS seperti Sydney Hopper dan Katarina Stalin, serta dari Belanda. Jadi, kami mencari pelatih Jepang yang bisa berbahasa Inggris," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers.
Menurut presiden PSSI, komunikasi di tim putri Indonesia sebelumnya kurang efektif karena Satoru Mochizuki hanya bisa berbahasa Jepang. Hal ini memaksa tim untuk mempekerjakan seorang penerjemah yang harus menerjemahkan instruksi pelatih ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris untuk para pemain.
"Jadi dia bisa memberikan instruksi langsung di lapangan. Harus melalui dua atau tiga penerjemah cukup rumit bagi para pemain," jelas Bapak Erick Thohir.
Kebutuhan akan pelatih berbahasa Inggris semakin mendesak karena tim putri Indonesia baru-baru ini telah menaturalisasi banyak pemain kelahiran luar negeri. Selain nama-nama yang disebutkan oleh Bapak Thohir, tim ini juga memiliki pemain-pemain asal Belanda seperti Emily Julia Frederica Nahon, Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, dan Isa Guusje Warps.
Meskipun dicopot dari jabatan pelatih kepala, Tn. Satoru Mochizuki akan tetap bekerja dalam peran barunya sebagai penasihat teknis.
Meskipun telah menaturalisasi banyak pemain asing, sepak bola wanita Indonesia belum meraih kesuksesan. Baru-baru ini, mereka harus menyaksikan Vietnam dan Filipina memenangkan tiket ke babak final Piala Asia Wanita AFC 2026.
Source: https://tuoitre.vn/indonesia-tim-hlv-biet-tieng-anh-de-chieu-long-dan-cau-thu-nhap-tich-20250802125012014.htm
Komentar (0)