
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Jarayid.
Dalam sebuah pesan yang diunggah di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran selalu dalam keadaan siaga tinggi untuk menanggapi setiap pelanggaran wilayah udara, teritorial, atau perairan negara tersebut. Menurutnya, pasukan asing yang ditempatkan di dekat wilayah Iran selalu menghadapi risiko insiden akibat kesalahan perhitungan atau kecelakaan yang tidak terduga.
Bapak Araghchi menekankan bahwa penarikan pasukan asing dari kawasan tersebut adalah solusi paling efektif untuk meminimalkan risiko peningkatan ketegangan, sambil menegaskan bahwa Iran memprioritaskan langkah-langkah diplomatik tetapi juga siap untuk membela kepentingan dan keamanan nasionalnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah menembak jatuh helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Setelah itu, AS melancarkan serangan terhadap target-target Iran. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pulau Qeshm di Selat Hormuz diserang, dan juga mencatat adanya tembakan artileri di daerah Sirik; beberapa ledakan terdengar di provinsi Hormozgan bagian timur.
Menurut informasi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), helikopter AH-64 Apache jatuh sekitar pukul 03.00 pagi pada tanggal 9 Juni. Kedua awak helikopter tersebut kemudian ditemukan dan berhasil diselamatkan oleh kendaraan permukaan tak berawak Angkatan Laut AS.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa helikopter AH-64 Apache jatuh pada tanggal 9 Juni. Foto: The Times.
Insiden itu terjadi di tengah tanda-tanda penurunan ketegangan di kawasan tersebut setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian serangan langsung satu sama lain menyusul seruan dari Presiden Trump. Namun, Teheran secara bersamaan memperingatkan akan melanjutkan aksi militer jika Israel terus menyerang Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.
Perkembangan terbaru telah meningkatkan kekhawatiran tentang kerapuhan gencatan senjata yang diumumkan pada bulan April, sekaligus semakin memperumit upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dan memastikan keamanan maritim di Selat Hormuz – jalur pelayaran energi strategis bagi dunia.
Thanh Giang
Sumber: https://baothanhhoa.vn/iran-phan-cong-sau-don-khong-kich-cua-my-290600.htm







