Pada pertandingan tunggal pertama, Matteo Arnaldi (Italia) menuntaskan tugasnya di set 1 dengan kemenangan 7-5 atas Alexei Popyrin (Australia). Namun, kesalahan ganda yang terus-menerus dilakukan pemain kelahiran 2001 ini menyebabkannya kalah cepat 2-6 di set 2.
Italia secara meyakinkan memenangkan turnamen tenis beregu Piala Davis 2023 (Foto: AP).
Di set ketiga, Arnaldi menghadapi risiko kehilangan break-point berkali-kali, tetapi pemain ini secara ajaib berhasil menyelamatkan poin tersebut. Di game ke-10, Popyrin melakukan servis yang tidak konsisten, kehilangan break-point dari lawannya dan kalah 4-6. Matteo Arnaldi membantu Italia meraih kemenangan pertama.
Di pertandingan tunggal kedua, Alex De Minaur (Australia) diharapkan mampu menciptakan keajaiban saat menghadapi Jannik Sinner (Italia). Namun, kelas Sinner yang merupakan pemain nomor 4 dunia berhasil mencegah Alex De Minaur menciptakan kejutan.
Di set pertama, Jannik Sinner menang 6-3 dan dominasinya juga ditunjukkan di set kedua, di mana runner-up ATP Finals itu dengan mudah mengalahkan lawannya 6-0. Italia mengalahkan Australia 2-0 setelah dua pertandingan tunggal dan dengan meyakinkan menjuarai Piala Davis 2023.
Jannik Sinner menorehkan prestasi mengesankan di kejuaraan Italia (Foto: AP).
Berbicara setelah pertandingan, Sinner berterima kasih kepada rekan senegaranya, Matteo Berrettini, atas dukungannya bagi tim Italia tahun ini: "Saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Matteo. Ia mengalami tahun yang sulit, berjuang melawan cedera. Kehadirannya di sini bersama kami telah membawa energi positif."
Jannik Sinner adalah bintang paling cemerlang yang membawa Italia meraih gelar Piala Davis tahun ini. Di semifinal, Sinner mengalahkan Djokovic di tunggal dan ganda, serta membantu Italia menyingkirkan lawan tangguh Serbia untuk melaju ke final.
Djokovic tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat Serbia terhenti di Piala Davis 2023: "Saya bertanggung jawab atas dua kekalahan melawan Sinner. Saya punya peluang bagus untuk membawa kemenangan bagi seluruh tim, tapi saya melewatkannya. Kami hampir menang."
Djokovic mengakui kelas Sinner (Foto: AP).
Olahraga memang seperti itu, tetapi saya masih merasa pahit ketika kalah untuk negara saya. Kekalahan ini sangat sulit diterima. Saya tahu level Sinner dan berharap performanya sedikit menurun di ganda, tetapi sayangnya itu tidak terjadi. Dia tampil sangat baik hari ini, berkali-kali menyelamatkan game dengan servisnya. Italia pantas lolos.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)