![]() |
Pelatih Joachim Low memenangkan Piala Dunia 2014 bersama tim nasional Jerman. |
Ghana menghadapi keputusan penting menjelang kesepakatan dengan Joachim Low.
Pelatih yang memenangkan Piala Dunia 2014 dipandang sebagai pilihan untuk membangkitkan kembali tim nasional setelah periode penurunan yang cukup signifikan. Negosiasi berada di tahap akhir, dengan hanya beberapa detail kontrak yang tersisa untuk diselesaikan, dan gaji yang diharapkan sekitar 150.000 euro per bulan.
Langkah ini diambil tak lama setelah Ghana mengakhiri kontrak mereka dengan pelatih Otto Addo hanya 10 minggu sebelum Piala Dunia dimulai. Setelah sekitar dua tahun menjabat, pelatih tersebut tidak mampu menjaga stabilitas tim.
Periode terakhir ini sangat mengkhawatirkan, dengan "Black Stars" menjalani empat pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan. Mereka menderita kekalahan melawan Jepang, Korea Selatan, Austria, dan Jerman, dengan penampilan yang kurang meyakinkan baik dari segi organisasi maupun semangat juang.
Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, Ghana memiliki sedikit waktu tersisa untuk bereksperimen. Keputusan mereka untuk menunjuk Low menunjukkan bahwa mereka memprioritaskan pengalaman dan kemampuan membangun sistem. Pelatih asal Jerman ini tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga memiliki pengalaman luas dalam mengelola tim di bawah tekanan tinggi, seperti tim nasional Jerman.
Namun, ini juga merupakan sebuah pertaruhan. Low sudah lama absen dari dunia kepelatihan internasional, dan lingkungan sepak bola Afrika menghadirkan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan dengan Eropa. Seberapa cepat atau lambat ia beradaptasi akan menentukan keberhasilan atau kegagalan kesepakatan ini.
Ghana jelas menginginkan dampak besar, bukan pilihan yang aman. Dengan tim yang kesulitan menemukan performa terbaiknya, memilih pelatih yang telah mencapai puncak sepak bola dunia mengirimkan pesan yang kuat. Namun, untuk menerjemahkan harapan menjadi hasil, mereka membutuhkan lebih dari sekadar nama besar.
Sumber: https://znews.vn/joachim-low-tai-xuat-world-cup-post1640380.html









Komentar (0)