Dalam pernyataan resmi, Komando Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya mendeteksi dan menetralisir lima rudal sebelum mencapai targetnya. Pencegatan tersebut mengakibatkan beberapa puing berjatuhan ke tanah, tetapi tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti yang dilaporkan.
Ini diyakini sebagai kali pertama Yordania menjadi sasaran langsung sejak gencatan senjata antara AS dan Iran mulai berlaku pada bulan April.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan rudal jarak jauh berbahan bakar padat ke pangkalan Al Azraq di Yordania utara. Menurut kantor berita Fars , Teheran menegaskan bahwa serangan itu menghancurkan hanggar jet tempur F-35 di pangkalan tersebut. Namun, Iran belum merilis bukti foto untuk mendukung klaim tersebut, dan belum ada konfirmasi independen dari AS atau Yordania.
Pada hari yang sama, Iran semakin memperluas aktivitas militernya di kawasan tersebut dengan melakukan serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa Angkatan Laut Iran mengerahkan UAV untuk menyerang Armada ke-5 Angkatan Laut AS di Bahrain dan pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait.
Sebagai tanggapan, Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya dan mengumumkan bahwa pasukan pertahanannya mencegat target udara musuh. Pada saat yang sama, Bahrain mengeluarkan peringatan keamanan dan meningkatkan tingkat kesiapan tempurnya.
Saat ini belum ada informasi apakah serangan pesawat tak berawak Iran tersebut mengenai sasarannya.
Perkembangan terbaru terjadi hanya beberapa jam setelah AS melancarkan serangan udara balasan terhadap Iran, dengan alasan jatuhnya helikopter Apache militer AS di lepas pantai Oman pada 8 Juni. Aksi militer beruntun ini menimbulkan kekhawatiran tentang risiko konflik yang lebih luas di seluruh Timur Tengah.
Sumber: https://tienphong.vn/jordan-tuyen-bo-danh-chan-5-ten-lua-tu-iran-post1850262.tpo








