Keluarga penyair Luu Trong Lu, bekerja sama dengan Museum Seni Quang San, menyelenggarakan pameran untuk memperingati ulang tahun ke-115 kelahiran penyair tersebut (19 Juni 1911 – 19 Juni 2026).
"'Taman Manusia' tidak menciptakan kembali 'monumen' sastra, melainkan mengungkap lapisan-lapisan kenangan sehari-hari di balik nama yang familiar. Di sana, pengunjung dapat menemukan manuskrip tulisan tangan, surat-surat lama, dan foto-foto keluarga kecil yang berkontribusi pada potret yang hidup. Di ruang ini, puisi tampaknya kembali ke asalnya dalam kehidupan."

Ruang pameran "Taman Manusia" di Museum Seni Quang San.
Konsep "cinta sebagai tindakan kreatif" dipilih sebagai tema sentral di seluruh pameran. Dari perspektif ini, perjalanan kreatif Luu Trong Lu tidak dapat dipisahkan dari pengalaman pribadinya. Ikatan keluarga, kenangan, kehilangan, dan pertemuan—semuanya menjadi bahan untuk puisinya.
Di balik pameran ini terdapat kisah sebuah keluarga intelektual lintas generasi yang secara gigih melestarikan warisannya. Lebih dari sekadar mengarsipkan dokumen, anggota keluarga secara aktif berpartisipasi dalam menceritakan kembali, menafsirkan, dan menghubungkan kenangan dengan publik masa kini.
Diskusi panel "Taman Kemanusiaan", yang diadakan pada pagi hari tanggal 23 Mei, menarik lebih dari 200 peserta dan merupakan bagian penting dari perjalanan tersebut. Di sini, anak-anak sang penyair berkumpul untuk berbagi kenangan mereka dan bagaimana mereka menyikapi warisan ayah mereka.


Seminar "Taman Kemanusiaan" dihadiri oleh keluarga almarhum penyair Luu Trong Lu.
Jurnalis dan penulis Luu Trong Van menawarkan perspektif seorang penjaga ruang memori, sutradara Luu Trong Ninh mendekati warisan budaya melalui sinema, dan jurnalis Luu Trong Binh menceritakan detail sehari-hari kehidupan keluarganya.
Sementara itu, peneliti Ly Doi memberikan perspektif akademis, menempatkan Luu Trong Lu dalam konteks sastra dan seni Vietnam. Simposium tersebut menyerupai percakapan, di mana kenangan pribadi dibagikan dan beresonansi dengan kenangan kolektif masyarakat.
Sepanjang rangkaian kegiatan, keluarga tidak hanya berperan sebagai "ahli waris," tetapi juga menjadi subjek kreatif. Penyelenggaraan pameran dan seminar merupakan pilihan sadar untuk melestarikan dan melanjutkan nilai-nilai puisi dan budaya dalam konteks modern.
Dari perspektif yang lebih luas, "The Garden of Humanity" mengangkat pertanyaan tentang bagaimana masyarakat saat ini mendekati warisan. Ketika ingatan bukan lagi sesuatu yang statis, tetapi sebuah proses yang terus berkembang, peran keluarga menjadi sangat penting. Warisan tidak hanya terletak pada apa yang telah dituliskan, tetapi juga pada bagaimana orang memilih untuk melestarikan dan melanjutkannya di masa kini.
Pameran ini akan berlangsung dari tanggal 22 hingga 31 Mei 2026 di Museum Seni Quang San (189B/3 Jalan Nguyen Van Huong, Kelurahan An Khanh, Kota Ho Chi Minh). Masuk gratis dari pukul 9 pagi hingga 5 sore setiap hari, kecuali area pameran permanen.
Sumber: https://vtcnews.vn/khai-mo-ky-uc-luu-trong-lu-qua-trien-lam-vuon-nhan-ar1019776.html








Komentar (0)