Dengan demikian, pameran ini menampilkan hampir 40 karya dalam berbagai bentuk seni seperti lukisan cat minyak, lukisan pernis, lukisan sutra, lukisan akrilik, ukiran kayu, patung, dan relief.
Melalui lensa para seniman, kota Da Nang menjadi hidup dengan peninggalan sejarahnya, irama kehidupan penduduk pesisirnya, festival tradisional, dan landmark arsitektur ikonik.

Yang menarik, gambar-gambar jembatan yang membentang di Sungai Han, seperti Jembatan Naga dan Jembatan Sungai Han, digambarkan dengan sangat mengesankan, menunjukkan perkembangan berkelanjutan dari kota muda ini.
Melalui setiap detail yang halus dan kreatif, pengunjung dan penduduk setempat akan merasakan transformasi yang luar biasa dari Da Nang, dari kota pesisir kecil menjadi pusat ekonomi , budaya, dan pariwisata yang dinamis di negara ini.

Ini adalah kegiatan yang bermakna dalam rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun ke-95 berdirinya Komite Partai Kota Da Nang (28 Maret 1930 - 28 Maret 2025), ulang tahun ke-50 Pembebasan Kota Da Nang (29 Maret 1975 - 29 Maret 2025), dan ulang tahun ke-50 Pembebasan Korea Selatan dan Reunifikasi Nasional (30 April 1975 - 30 April 2025).

Menurut Ibu Nguyen Thi Trinh, Wakil Direktur yang bertanggung jawab atas Museum Seni Rupa Da Nang, pameran ini bukan hanya sebuah acara seni, tetapi juga tempat bagi para seniman untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mempromosikan perkembangan seni rupa lokal.


Pada saat yang sama, pameran ini menawarkan kepada publik dan wisatawan perspektif baru tentang Da Nang melalui seni, menegaskan peran penting seni rupa dalam kehidupan budaya dan spiritual setelah 50 tahun mengatasi perang.
Pameran ini berlangsung mulai sekarang hingga 5 Mei.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/kham-pha-da-nang-qua-goc-nhin-nghe-si-post787647.html






Komentar (0)