Menurut tradisi Islam, masyarakat Aljazair biasanya memulai santapan Ramadan mereka dengan beberapa buah kurma dan segelas air atau susu. Setelah itu, keluarga menikmati hidangan khas Ramadan seperti sup chorba atau harira, bourek (kue kering isi daging atau keju), dan banyak makanan tradisional lainnya.
Selama Ramadan, kehidupan di Aljazair mengalami banyak perubahan. Pasar dan toko makanan menjadi ramai di siang hari saat orang-orang menyiapkan bahan-bahan untuk berbuka puasa. Saat salat Maghrib menggema dari masjid-masjid, banyak keluarga berkumpul untuk memulai makan mereka setelah seharian berpuasa sejak subuh.

Selain berkumpul bersama keluarga, kegiatan amal dan berbagi juga menjadi ciri khas Ramadan di Aljazair. Banyak organisasi sosial, badan amal, dan pemerintah daerah mendirikan meja makan bersama atau membagikan makanan gratis kepada mereka yang membutuhkan, sehingga semua orang dapat berpartisipasi dalam berbuka puasa.
Setelah makan malam, kehidupan budaya dan hiburan selama Ramadan juga menjadi semarak. Malam Ramadan sering dikaitkan dengan berkumpul di depan layar televisi, di mana program-program khusus menarik banyak penonton. Banyak wanita menikmati drama televisi yang ditayangkan di saluran nasional.

Saluran-saluran seperti ENTV, El Bahia, Ennahar, dan Echourouk sering membuat program khusus untuk bulan suci Ramadan, menampilkan banyak film dan acara hiburan yang menarik. Isi film-film ini biasanya mencerminkan kehidupan dan tradisi Aljazair, membahas tema-tema yang umum seperti hubungan keluarga, masalah sosial, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program televisi selama Ramadan memberikan momen relaksasi setelah seharian berpuasa. Oleh karena itu, televisi menjadi tempat berkumpul seluruh keluarga di malam hari, berkontribusi memperkuat ikatan antar anggota keluarga.
Sumber: https://nhandan.vn/kham-pha-le-xa-chay-ramadan-tai-algeria-post947319.html






Komentar (0)