
Para siswa di iSchool Long Xuyen International School selama kelas komputer di sekolah. Foto: Phuong Lan.
Selama tahun ajaran 2025-2026, iSchool Long Xuyen International School secara serius dan efektif menerapkan program pendidikan umum tahun 2018. Sekolah ini memiliki 257 siswa di ketiga tingkatan. Prestasi akademik dan perilaku siswa terus stabil dan menunjukkan banyak peningkatan positif.
iSchool Long Xuyen International School secara proaktif menerapkan model pembelajaran digital melalui platform Khan Academy Vietnam. Ini adalah program pendidikan nirlaba yang dioperasikan oleh Yayasan Vietnam, bagian dari jaringan Khan Academy global, yang menyediakan perpustakaan sumber belajar daring yang luas, berstandar internasional, dan sepenuhnya gratis. Fitur utama dari sistem ini adalah memungkinkan peserta didik untuk sepenuhnya mengendalikan jalur pembelajaran mereka, dengan tujuan pendidikan yang adil dan progresif.
Bapak Nguyen Quoc Khanh, Kepala Sekolah iSchool Long Xuyen International School, mengatakan: “Mengintegrasikan platform teknologi ini ke dalam kurikulum utama dan pengajaran tambahan telah menciptakan revolusi kecil dalam pola pikir belajar siswa. Siswa tidak lagi tertekan oleh kecepatan belajar umum di kelas, tetapi dapat secara proaktif mempercepat atau memperlambat sesuai dengan kemampuan individu mereka. Untuk konsep yang sulit, siswa dapat dengan mudah meninjau kembali kuliah berulang kali, memutar ulang bagian teori yang mereka ragukan, atau mencoba berbagai latihan praktis yang selaras dengan kurikulum pendidikan umum 2018.”
Pada tahun ajaran 2025-2026, seluruh sekolah mencatat 257 akun pembelajaran aktif dan beroperasi secara teratur di sistem, dengan 182 siswa mempertahankan kebiasaan belajar yang konsisten lebih dari 30 menit per minggu. Ketekunan ini menghasilkan total akumulasi waktu belajar yang sangat besar, yaitu 393.871 menit di seluruh sekolah, dengan rata-rata 1.533 menit per siswa sepanjang tahun ajaran yang didedikasikan untuk pembelajaran daring.
Dari segi kualitas profesional yang sebenarnya, sistem tersebut mencatat 211 siswa mencapai penguasaan dalam 36 keterampilan matematika yang berbeda. Selain itu, 110 siswa berprestasi mencapai penguasaan dalam 60 keterampilan tingkat lanjut. Indikator kuantitatif ini menunjukkan transformasi kualitatif yang mendalam dalam metode pengajaran dan pembelajaran. Pembelajaran angka bukan lagi teori kering di atas kertas, tetapi telah menjadi gairah yang didorong sendiri oleh para siswa. Dengan hasil ini, Khan Academy Vietnam memberikan penghargaan kepada iSchool Long Xuyen International School sebagai salah satu sekolah terbuka KAV (Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap) teladan di provinsi An Giang untuk tahun ajaran 2025-2026.
Bapak Nguyen Thanh Tan, seorang guru di iSchool Long Xuyen International School, percaya bahwa gelar "Sekolah Terbuka Unggulan KAV" untuk tahun ajaran 2025-2026 merupakan pengakuan atas langkah-langkah tepat sekolah dalam strategi modernisasi pendidikannya. Penerapan teknologi digital bukan hanya tentang mengubah alat pengajaran, tetapi pada dasarnya tentang mengubah pola pikir, menumbuhkan kemandirian, kemampuan belajar mandiri, dan pemikiran logis pada siswa ketika menghadapi masalah. "Keberhasilan ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi sekolah untuk terus mempromosikan transformasi digital yang komprehensif, dengan tujuan membangun sekolah di mana setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang sepenuhnya," kata Bapak Tan.
Lebih dari sekadar mengikuti kurikulum standar, model pembelajaran digital di sekolah ini membuka cakrawala pengetahuan baru. Berkat pelajaran yang sangat interaktif yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata yang hidup, kemampuan berpikir kritis siswa telah meningkat secara signifikan. Banyak siswa yang sebelumnya takut matematika telah melihat peningkatan yang cukup besar dalam nilai mereka. “Dengan memanfaatkan model KAV, gerakan belajar mandiri di iSchool Long Xuyen International School telah menyebar luas. Siswa secara proaktif mengeksplorasi topik-topik seperti keamanan internet, aplikasi AI dalam pendidikan, dan belajar matematika dalam bahasa Inggris. Kolaborasi erat antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua menciptakan lingkungan belajar yang positif, membantu implementasi model sekolah terbuka KAV mencapai hasil yang praktis,” ujar Bapak Nguyen Quoc Khanh.
PHUONG LAN
Sumber: https://baoangiang.com.vn/khi-ai-tro-thanh-tro-giang-a488823.html







