Museum Hanoi bukan lagi sekadar tempat memajang artefak, tetapi secara bertahap menjadi ruang pengalaman modern di mana teknologi diterapkan untuk mendekatkan sejarah dan budaya Thang Long - Hanoi kepada masyarakat, terutama kaum muda dan keluarga.
Ruang pameran museum saat ini terstruktur di sekitar 7 tema utama dengan 35 sub-tema, yang mencerminkan sejarah dan budaya Hanoi dari masa lalu hingga masa kini. Museum ini menyimpan lebih dari 70.000 artefak dan dokumen, bersama dengan 6 kelompok harta nasional.


Artefak-artefak tersebut dipamerkan di dalam Museum Hanoi. Foto: Duong Anh
Pada akhir pekan, banyak area pameran di Museum Hanoi selalu ramai dikunjungi. Alih-alih hanya membaca catatan penjelasan, pengunjung dapat berinteraksi dengan layar sentuh untuk mempelajari lebih lanjut tentang pameran, melihat model 3D, video , atau mendengarkan penjelasan langsung di perangkat pribadi mereka.
Membawa keluarga dan dua anak kecilnya berkunjung, Bapak Pham Ngoc Hoang (Kelurahan Hoang Liet, Hanoi) mengatakan bahwa meskipun telah tinggal di ibu kota selama bertahun-tahun, karena jadwal kerja yang padat, keluarganya belum memiliki banyak kesempatan untuk menjelajahi destinasi budaya terkenal. Memanfaatkan akhir pekan, ia memutuskan untuk membawa anak-anaknya ke Museum Hanoi untuk bersenang-senang dan belajar lebih banyak tentang sejarah.
"Saya cukup terkejut bahwa, selain artefak yang dipajang secara tradisional, museum ini juga memiliki banyak layar proyeksi dan papan sentuh sehingga anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih visual. Berkat ini, anak-anak jauh lebih tertarik dengan kunjungan tersebut, yang awalnya saya kira akan sangat membosankan bagi anak-anak kecil," ujar Bapak Hoang.

Museum-museum di Hanoi menjadi lebih menarik bagi wisatawan berkat beragam inisiatif digitalisasi. Foto: Duong Anh
Menurut Bapak Hoang, bagi anak-anak, terutama anak-anak kecil, membaca materi informasi yang sarat teks seringkali sulit dipahami dan bisa membosankan. Namun, ketika mereka langsung melihat gambar, video, model, dan berinteraksi dengan layar sentuh, anak-anak akan lebih mudah memahami, lebih menikmati, dan mengingatnya lebih lama.
Sementara itu, Nguyen Thi Thu Hien, seorang mahasiswa di Akademi Diplomatik, percaya bahwa penerapan teknologi pada kegiatan pameran merupakan arah yang tepat dalam konteks saat ini.
“Di era digital, sebagian besar orang memiliki ponsel pintar dan membutuhkan akses informasi yang cepat dan intuitif. Alih-alih mengkhawatirkan teknologi yang membuat orang bergantung pada perangkat, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengunjung adalah hal yang penting. Ini membantu museum menjadi lebih mudah diakses oleh kaum muda,” kata Hien.

Layar 3D, layar multi-sentuh, sistem data digital, dan metode presentasi modern membuat informasi tentang pameran lebih mudah diakses oleh pengunjung. Foto: Duong Anh
Berbicara kepada surat kabar Lao Dong, Ibu Nguyen Thi Huong, Wakil Kepala Departemen Pameran dan Propaganda di Museum Hanoi, mengatakan bahwa penggabungan teknologi digital ke dalam ruang pameran adalah tren yang tak terhindarkan.
"Selain melihat artefak statis dengan cara tradisional, pengunjung masa kini ingin mempelajari lebih dalam dan menyeluruh tentang kisah, nilai, dan konteks setiap artefak. Teknologi akan membantu museum mencapai hal ini, memberikan pengalaman yang lebih menarik dan daya ingat yang lebih baik bagi pengunjung," tegas Ibu Huong.
Baru-baru ini, Komite Rakyat Hanoi mengakui Museum Hanoi sebagai destinasi wisata tingkat kota. Ini dianggap sebagai tonggak penting bagi museum untuk memperkuat hubungan dengan bisnis pariwisata, mengembangkan wisata pengalaman, wisata edukasi warisan budaya, serta kegiatan budaya dan seni untuk wisatawan.
Dengan arsitektur yang unik, sistem pameran modern, dan dukungan teknologi, Museum Hanoi menunjukkan bagaimana ruang warisan budaya dapat "menemukan kembali" dirinya sendiri untuk menjadi lebih mudah diakses dan lebih dinamis bagi publik. Lebih dari sekadar tempat penyimpanan kenangan ibu kota, museum ini secara bertahap menjadi destinasi budaya yang menarik bagi penduduk lokal dan wisatawan.
Sumber: https://laodong.vn/du-lich/kham-pha/khi-cong-nghe-danh-thuc-khong-gian-bao-tang-ha-noi-1689184.html
Komentar (0)