
Melestarikan ritual tradisional
Setiap tahun, sekitar bulan April atau Mei, ketika hujan pertama musim ini turun, masyarakat K'ho mengadakan Upacara Panen Pertama. Ini adalah kesempatan bagi penduduk desa untuk berterima kasih kepada leluhur dan dewa-dewa (Yang) karena telah memberkati hidup mereka dengan kedamaian, dan untuk berdoa agar panen melimpah, kesehatan baik, dan kemakmuran. Tetua Brong Xen Brong Tham, dari Dusun 1, Komune La Da, mengatakan bahwa menurut kepercayaan masyarakat K'ho, manusia selalu hidup harmonis dengan alam, pegunungan, dan roh-roh. Oleh karena itu, sebelum memulai musim produksi baru, penduduk desa selalu mengadakan upacara untuk berdoa memohon perlindungan Yang yang berkelanjutan, memastikan tanah yang subur dan mencegah bencana alam serta penyakit. Pada hari-hari menjelang upacara, suasana di desa menjadi meriah.
Di komune Dong Giang, festival panen juga secara rutin dipelihara oleh penduduk desa dari generasi ke generasi. Beberapa hari menjelang festival, suasana di desa menjadi meriah karena orang-orang menyiapkan persembahan, membangun rumah panggung, dan membersihkan area tempat upacara akan diadakan. Ini bukan hanya kegiatan keagamaan tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, menjalin ikatan, dan mewariskan adat istiadat kepada generasi muda.
Para pemuda di desa pergi ke hutan bersama-sama untuk menebang bambu dan membangun rumah panggung besar di dataran tinggi beberapa kilometer dari desa. Tempat ini dianggap sebagai tempat tinggal roh dan leluhur selama upacara. Setiap keluarga menyumbangkan tenaga dan upaya untuk menyiapkan persembahan seperti nasi ketan yang dimasak dalam tabung bambu, sup rebus, ayam, bebek, kambing, dan anggur beras… Semuanya disiapkan dengan teliti, menunjukkan penghormatan dan kepercayaan penduduk desa terhadap roh dan leluhur. Pada hari upacara, penduduk desa mengenakan pakaian tradisional terindah mereka untuk berpartisipasi dalam ritual tersebut. Di tengah hutan pegunungan, suara terompet, gong, dan gendang menciptakan suasana sakral, kaya akan identitas budaya etnis.
Memperkuat solidaritas
Menurut Nguyen Minh Phuong, Sekretaris Komite Partai Komune La Da, festival panen tidak hanya memiliki nilai keagamaan rakyat tetapi juga mewakili keindahan budaya tradisional yang unik dari masyarakat K'ho di daerah tersebut. Festival panen K'ho memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan banyak komunitas etnis lainnya. Sementara banyak tempat mengadakan festival setelah panen untuk mengucapkan terima kasih atas tahun yang berlimpah, masyarakat K'ho melakukan ritual tersebut tepat sebelum penanaman, mengungkapkan aspirasi mereka untuk tahun produksi yang sukses sejak awal musim tanam.
Mempertahankan ritual-ritual ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pelestarian identitas etnis, memperkuat solidaritas dalam komunitas, dan membantu generasi muda untuk lebih memahami adat dan tradisi leluhur mereka. Bagi masyarakat K'ho, festival panen sangat penting, karena dianggap sebagai ritual yang menentukan keberhasilan kerja dan produksi sepanjang tahun. Oleh karena itu, semua orang berpartisipasi dengan tulus dan penuh keyakinan.
Setelah upacara, penduduk desa berkumpul di sekitar sebuah wadah berisi anggur beras, menikmati hidangan tradisional, bernyanyi dan menari, serta berbagi pengalaman produksi. Tarian dan lagu-lagu tersebut, yang berakar kuat dalam budaya K'ho, terus diwariskan dari generasi ke generasi. Festival panen ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian identitas budaya kelompok etnis tersebut, tetapi juga berfungsi sebagai ikatan yang menghubungkan komunitas, memperkaya lanskap budaya yang beragam di provinsi tersebut.
Sumber: https://baolamdong.vn/le-cung-dau-mua-cua-dong-bao-k-ho-444036.html








Komentar (0)