Kekhawatiran orang tua di era digital

Saat ini, pembelajaran, hiburan, dan komunikasi anak-anak sangat terkait erat dengan perangkat elektronik. Meskipun hal ini membuka banyak peluang untuk mengakses pengetahuan, hal ini juga membawa banyak konsekuensi negatif seperti: kecanduan telepon, berkurangnya aktivitas fisik, dan menurunnya interaksi sosial. Dalam konteks daerah perkotaan yang semakin padat, kekurangan ruang hijau dan ruang publik, peluang anak-anak untuk beraktivitas fisik dan mendapatkan pengalaman semakin menyusut.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurangnya paparan terhadap alam dapat menyebabkan "penurunan perhatian," yang memengaruhi perkembangan keseluruhan anak-anak usia dini. Organisasi pendidikan dan kesehatan di seluruh dunia merekomendasikan agar anak-anak menghabiskan setidaknya 1-2 jam setiap hari untuk kegiatan di luar ruangan guna mengembangkan keterampilan kesehatan fisik, sosial, dan mental.

Hal ini telah menyebabkan banyak keluarga mengubah standar mereka dalam memilih tempat tinggal. Orang tua tidak lagi hanya memprioritaskan lokasi di pusat kota atau area yang luas, tetapi lebih memperhatikan lingkungan hijau, ruang aman bagi anak-anak untuk bermain, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dekat.

Tren mencari lingkungan hidup yang hijau, infrastruktur terintegrasi, dan beragam fasilitas semakin terlihat jelas di Hanoi bagian barat. Dalam konteks ini, The Flame Vine - Hinode Royal Park dikembangkan dengan tujuan menciptakan ruang hidup yang seimbang dengan alam, sekaligus mengintegrasikan fasilitas pendidikan dan komunitas di dalam kawasan perkotaan.

1_87f3bcb4 e069 4583 b0b5 a3e662f79a1b.jpg
Tren saat ini mengarah pada pencarian ruang hidup hijau yang mengintegrasikan unsur-unsur pendidikan dan kesehatan. (Gambar ilustrasi)