Pesan ini, yang ditekankan oleh Sekretaris Jenderal To Lam pada sesi pembukaan Kongres Nasional Partai ke-14, berfungsi sebagai manifesto politik , yang berisi prinsip-prinsip panduan yang tajam tentang tata kelola nasional dan realisasi resolusi Kongres Partai.
Setelah 40 tahun reformasi, di samping pencapaian luar biasa yang memiliki makna historis, negara kita juga menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari kekurangan dalam institusi, sumber daya, dan infrastruktur; keterbatasan dalam implementasi dan disiplin; hingga situasi di mana sebagian pejabat tidak memenuhi persyaratan; dan banyak masalah sosial, lingkungan, dan kehidupan yang mendesak masih tetap ada…
Sekretaris Jenderal secara jujur mengakui bahwa kelemahan terbesar kita adalah banyak kebijakan yang benar, tetapi implementasinya belum memenuhi harapan. Oleh karena itu, di samping reformasi, Sekretaris Jenderal menuntut agar "kita harus membangun disiplin supremasi hukum dan disiplin implementasi. Kita harus dengan tegas mengatasi situasi di mana: 'Hukumnya benar, tetapi implementasinya sulit,' 'jelas di parlemen, tetapi bermasalah di tingkat akar rumput,' 'atas antusias, bawah acuh tak acuh,' 'banyak bicara, sedikit tindakan,' 'keputusan benar tetapi implementasi lambat,' yang menyebabkan pemborosan sumber daya dan mengikis kepercayaan masyarakat. Pada saat yang sama, kita harus merancang mekanisme untuk mengendalikan kekuasaan sehingga kekuasaan selalu tetap berada dalam kerangka hukum, etika, budaya, tradisi nasional, dan kepercayaan masyarakat."
Pesan Sekretaris Jenderal menyentuh titik terlemah, tetapi juga yang paling penting: kapasitas untuk berorganisasi dan melaksanakan. Tujuan besar Kongres hanya dapat menjadi kenyataan jika kita "bertindak tegas, bertindak cepat, dan bertindak menyeluruh" serta terus berinovasi secara giat dan tegas dalam metode kepemimpinan, tata kelola, dan pelaksanaan kita.
Sekretaris Jenderal menekankan bahwa "Disiplin Partai harus diutamakan." Ini menegaskan peran perintis dan penting dari Partai yang berkuasa. Dengan kata lain, Partai yang berkuasa hanya dapat memimpin masyarakat secara meyakinkan ketika Partai itu sendiri memberikan contoh disiplin dan standar. Mengingat tuntutan tinggi yang ditetapkan oleh Kongres Partai ke-14 tentang reformasi model pertumbuhan, promosi ilmu pengetahuan dan teknologi, transformasi digital, dan pembangunan yang cepat dan berkelanjutan, disiplin Partai bukan lagi masalah internal tetapi menjadi fondasi kapasitas kepemimpinan dan kekuatan perjuangan seluruh sistem politik. Ketika disiplin Partai ketat, perintah politik dilaksanakan dengan lancar dan efektif. Disiplin Partai yang ketat pasti akan mengarah pada kepatuhan yang ketat terhadap supremasi hukum.
Di samping disiplin, terdapat prinsip bahwa "semua kekuasaan harus diawasi." Ini adalah pola pikir pemerintahan modern, yang sangat penting terutama karena Kongres Partai ke-14 menganjurkan peningkatan desentralisasi dan pendelegasian kekuasaan. Memberikan wewenang yang kuat untuk membuka sumber daya memang diperlukan, tetapi tanpa mekanisme kontrol, desentralisasi dapat dengan mudah merosot menjadi parokialisme dan penyalahgunaan kekuasaan.
Pesan Sekretaris Jenderal menetapkan prinsip yang tak tergoyahkan: semakin tinggi kekuasaan dan semakin besar tanggung jawab, semakin ketat pula mekanisme pengawasan yang harus diterapkan. Ini adalah syarat untuk memastikan bahwa keputusan strategis Kongres Partai ke-14 dilaksanakan secara seragam dan tanpa penyimpangan selama proses pelaksanaannya.
Secara khusus, pesan Sekretaris Jenderal mencerminkan visi politik yang mendalam, menyeimbangkan "pembangunan" dan "perjuangan." Kongres Partai ke-14 menetapkan banyak tugas terobosan, yang mengharuskan kader untuk berani berpikir, berani bertindak, dan berani bertanggung jawab atas kebaikan bersama. Oleh karena itu, pesan Sekretaris Jenderal mengandung makna komitmen politik yang teguh: Partai bertekad untuk menyingkirkan mereka yang mencari keuntungan pribadi, tetapi juga bertindak sebagai "perisai" yang kokoh untuk melindungi mereka yang berani berpikir dan bertindak untuk rakyat dan bangsa. Ketika batas antara kesalahan dan kontribusi didefinisikan dengan jelas, kita akan mampu mengaktifkan aliran kreativitas dan aspirasi untuk berkontribusi di seluruh kader.
Ukuran keberhasilan Kongres Nasional ke-14 tidak hanya terletak pada angka pertumbuhan PDB, tetapi juga pada ketegasan hukum, efisiensi administrasi publik, serta kepercayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal, "Belum pernah sebelumnya aspirasi untuk Vietnam yang demokratis, makmur, beradab, dan bahagia sedekat seperti sekarang ini; tetapi belum pernah sebelumnya kita menghadapi begitu banyak tantangan, begitu banyak tuntutan, dan begitu banyak tekanan persaingan seperti yang kita hadapi sekarang."
Dalam konteks inilah pesan Sekretaris Jenderal tentang disiplin Partai, supremasi hukum, pengendalian kekuasaan, definisi tanggung jawab yang jelas, perlunya menghukum semua kesalahan, serta pengakuan dan perlindungan terhadap semua upaya tulus untuk rakyat dan bangsa menjadi landasan utama untuk mencapai terobosan strategis dalam pelaksanaannya, dengan cepat mewujudkan Resolusi Kongres Nasional ke-14, dan benar-benar membuka periode pembangunan yang cemerlang dan berkelanjutan bagi negara.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/kiem-soat-quyen-luc-dot-pha-thuc-thi-10404383.html






Komentar (0)