- Pada tanggal 15 Mei, Tim Inspeksi No. 2 dari Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup, yang dipimpin oleh kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, memeriksa pelaksanaan langkah-langkah pencegahan masuknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) serotipe SAT1, dan fase pertama vaksinasi ternak pada tahun 2026 di komune Yen Phuc dan Tan Doan.

Selama inspeksi, perwakilan dari Komite Rakyat kedua komune melaporkan tentang pelaksanaan langkah-langkah untuk mencegah masuknya virus FMD serotipe SAT1 dan hasil putaran pertama vaksinasi ternak pada tahun 2026. Sesuai dengan itu, komune telah mengeluarkan arahan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan virus FMD serotipe SAT1. Namun, upaya vaksinasi masih menghadapi banyak kesulitan, dan tingkat vaksinasi untuk beberapa jenis vaksin masih rendah.

Secara spesifik, di komune Tan Doan, tingkat vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk kerbau dan sapi telah mencapai 16,39% dari target; vaksinasi terhadap Demam Babi Afrika untuk babi telah mencapai 36,07% dari target; dan vaksinasi terhadap rabies untuk anjing dan kucing telah mencapai 34,92% dari target. Komune tersebut juga telah menerima dan mendistribusikan 63 liter bahan kimia disinfektan ke desa-desa untuk melaksanakan sanitasi dan disinfeksi lingkungan.
Di komune Yen Phuc, tingkat vaksinasi terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk kerbau dan sapi mencapai 21% dari target; tingkat vaksinasi terhadap rabies untuk anjing dan kucing mencapai 8% dari target. Vaksinasi terhadap Demam Babi Afrika untuk babi melebihi target sebesar 44%. Komune tersebut juga melakukan disinfeksi dan sterilisasi lingkungan di area seluas 50.250 m2...
Selama inspeksi, perwakilan dari berbagai komune menjelaskan penyebab dan kesulitan dalam pekerjaan vaksinasi ternak, seperti: beberapa peternak tidak proaktif melakukan vaksinasi; kekurangan tenaga dokter hewan; dan wilayah geografis yang luas dan tersebar. Mereka juga mengusulkan solusi untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan vaksinasi di masa mendatang.

Sebagai penutup inspeksi, kepala delegasi meminta agar pemerintah daerah terus memperkuat kepemimpinan dan bimbingan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hewan, khususnya mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku serotipe SAT1; memperkuat pengawasan terhadap transportasi dan peredaran hewan dan produk hewan; memantau penyakit secara proaktif dan mengembangkan rencana respons jika terjadi penyakit mulut dan kuku serotipe SAT1.
Selain itu, pemerintah daerah perlu lebih tegas dalam upaya vaksinasi, meningkatkan propaganda untuk membantu masyarakat memahami manfaat vaksinasi; melaksanakan pekerjaan disinfeksi dan sterilisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pada saat yang sama, mereka harus membimbing masyarakat dalam menerapkan praktik peternakan yang biosekur dan merawat ternak setelah vaksinasi...
Melalui kegiatan inspeksi yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan langkah-langkah pencegahan masuknya virus FMD serotipe SAT1; pengawasan penyakit, pengendalian transportasi hewan dan produk hewan, serta pelaksanaan fase pertama vaksinasi ternak pada tahun 2026; segera mengidentifikasi dan menyelesaikan kesulitan dan hambatan dalam proses pelaksanaan, serta berkontribusi untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian penyakit hewan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, delegasi tersebut melakukan inspeksi langsung di beberapa peternakan di komune Tan Doan dan Yen Phuc.
Sumber: https://baolangson.vn/kiem-tra-cong-tac-tiem-phong-vac-xin-cho-dan-vat-nuoi-5091958.html







Komentar (0)