Saat ini, usaha budidaya perikanan milik Bapak Tran Van Chuong (wilayah Pulau Ong Cu, Kelurahan Cam Dong, Kota Cam Pha) sedang menghadapi banyak kesulitan akibat kerusakan yang disebabkan oleh Topan No. 3. Namun dengan pengalaman 20 tahun di bidang ini, dan dengan kecintaan serta keyakinannya pada laut, Bapak Chuong tetap percaya diri dan fokus untuk melanjutkan produksi, bertekad untuk memperluas skala produksinya lebih jauh dari sebelumnya.
Lahir dan besar di Lien Hoa (kota Quang Yen), Bapak Chuong sudah mengenal dunia perikanan sejak usia dini. Setelah bertahun-tahun bekerja di kapal penangkap ikan di daerah pesisir, perairan dangkal, dan lepas pantai, Bapak Chuong memperoleh pengetahuan yang cukup tentang pertumbuhan dan perkembangan ikan dan udang. Pada tahun 2000, Bapak Chuong memutuskan untuk beralih ke budidaya perikanan di daerah Pulau Ong Cu (kelurahan Cam Dong, kota Cam Pha). Dimulai dengan 5 keramba kecil untuk memelihara kerapu, Bapak Chuong secara bertahap membangun sistem keramba kayu dengan hampir 50 keramba untuk memelihara kerapu, kakap, dan jenis ikan lainnya.

Seiring waktu, Bapak Chuong menjadi seorang peternak ikan yang terampil dan berpengalaman di Pulau Ong Cu. Ikan-ikannya sehat dan tumbuh cepat berkat pemberian pakan berupa ikan rongsokan dalam jumlah yang tepat, pembersihan kandang secara teratur, dan penambahan ikan di setiap tahap perkembangan untuk menyediakan ruang hidup terbaik bagi mereka.
Pak Chuong berbagi: "Setiap peternak budidaya perikanan memiliki cara sendiri dalam melakukan sesuatu, namun, elemen dasar yang harus dilakukan dengan baik oleh semua orang adalah memperhatikan stok mereka dengan saksama. Seluruh proses membesarkan ikan dari penetasan hingga dewasa terkadang membutuhkan waktu hingga dua tahun, jadi setiap hari peternak harus memantau perilaku mereka, mendeteksi setiap kelainan dengan segera, dan menanganinya secara efektif…"
Berkat metode ini, kuantitas dan kualitas ikan hasil budidaya Bapak Chuong sangat dihargai, dan para pedagang membelinya dengan harga yang baik. Pendapatan dari budidaya ikan di laut menghasilkan ratusan juta hingga miliaran dong per musim bagi Bapak Chuong. Hal ini tidak hanya membantunya menstabilkan kehidupannya tetapi juga memungkinkannya untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, membangun rumah besar dan indah di Lien Hoa, dan membantu kerabat serta teman-temannya dengan pekerjaan dan modal awal.
Saat ini, di Pulau Ong Cu, terdapat puluhan orang yang telah dibimbing oleh Bapak Chuong dalam bidang budidaya perikanan, membentuk koperasi yang kuat di laut. Mereka saling membantu, menyemangati, dan berbagi dalam produksi dan kehidupan, terutama di masa-masa sulit. Misalnya, setelah Topan No. 3 baru-baru ini, menghadapi kerugian besar, banyak yang mempertimbangkan untuk menyerah, tetapi Bapak Chuong dan semua orang di koperasi segera memberikan dukungan, saling menyemangati, dan saling membantu untuk memulai kembali.
Sejak awal November, Bapak Chuong telah menyelesaikan penguatan keramba ikan lama dan membangun keramba baru untuk fokus pada pembesaran ikan yang tersisa sambil secara bersamaan mencari benih ikan yang cocok untuk ditambahkan ke stok, dengan harapan akan tercipta populasi ikan baru yang kuat. Bapak Chuong berbagi: "Industri perikanan pada dasarnya tidak stabil; terkadang kita menang, terkadang kita kalah, itu normal. Yang penting adalah tekad kita. Dibandingkan dengan banyak profesi lain di darat, perikanan dianggap lebih mudah, lebih cocok, dan merupakan keunggulan terbesar kita, jadi kita bertekad untuk menekuni profesi ini. Saya percaya bahwa saya dan mereka yang bersemangat tentang budidaya perairan laut akan menjadi kaya dari laut."
Sumber






Komentar (0)