Dalam pengujian, Argus berhasil menavigasi area berpasir dan vegetasi hutan yang lebat. Dalam lingkungan yang mensimulasikan gravitasi bulan, ia bahkan mendaki di antara dua dinding bata paralel.


Dalam pengujian, Argus berhasil menavigasi melalui pasir dan semak belukar yang lebat di hutan.
Hebatnya, mesin ini sangat mudah beradaptasi. Argus belajar untuk terus beroperasi bahkan ketika satu atau lebih mesinnya rusak atau salah satu kakinya patah.
Penemu di balik penemuan ini adalah peneliti Boyuan Chen dari Universitas Duke.
Boyuan Chen, Profesor Madya Robotika di Universitas Duke, mengatakan: "Siapa bilang bahwa robot yang paling efektif membantu kita harus terlihat seperti kita? Bagi saya, jawaban untuk membangun robot adalah dengan menganggapnya sebagai spesies yang sama sekali baru."

Argus belajar sendiri bagaimana untuk terus berfungsi bahkan ketika satu atau lebih mesinnya rusak atau salah satu kakinya patah.
Keberhasilan Argus membuka prospek besar dalam operasi penyelamatan yang kompleks atau eksplorasi ruang angkasa, di mana medan yang dinamis menuntut fleksibilitas maksimal.
Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di saluran HTV.
Sumber: https://htv.vn/ky-la-robot-khong-dau-nhung-co-20-chan-222260528181331795.htm








Komentar (0)