Daun bep adalah sayuran liar yang umum ditemukan di pegunungan Dataran Tinggi Tengah, yang digunakan oleh penduduk desa dalam makanan sehari-hari mereka.
Jenis daun ini biasanya tumbuh secara alami di bawah kanopi hutan atau di sepanjang tepi ladang yang ditanami, dan tumbuh subur selama musim hujan. Bagi masyarakat setempat, daun bép bukan hanya sumber sayuran hijau yang mudah didapat dari alam, tetapi juga makanan yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari mereka selama beberapa generasi.
![]() |
Daun bép dimasak dengan cara sederhana namun memiliki cita rasa istimewa, sekaligus tetap mempertahankan warna hijau cerah alami dari daun tersebut. |
Selama kunjungan kami ke desa Dơng Guôl, komune Liên Sơn Lắk (provinsi Đắk Lắk ), kami berkesempatan menikmati tumis ikan kembung dengan daun bép dalam hidangan lokal. Masakan ini cukup sederhana untuk disiapkan tetapi menawarkan cita rasa yang sangat unik.
Daun bép yang hijau cerah ditumis dengan ikan mackerel yang sudah dibersihkan, dibumbui dengan pas. Saat dimakan, kekayaan rasa ikan berpadu dengan rasa gurih dan sedikit manis dari daun bép, menciptakan rasa lezat yang harmonis dan sama sekali tidak berminyak. Daunnya lembut, mudah dimakan, menyerap bumbu dengan baik, namun tetap mempertahankan cita rasa khas sayuran liar.
![]() |
Daun tanaman bép dipanen oleh penduduk setempat dan dijual, menarik banyak pelanggan. |
Menurut penduduk desa, daun bép dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti direbus dan disajikan dengan garam dan cabai, ditumis dengan bawang putih, atau dimasak dengan udang kering atau kepiting air tawar.
Setiap metode pengolahan menghadirkan cita rasa unik sambil tetap mempertahankan karakteristik aslinya. Dalam hidangan masyarakat desa, daun bép sering muncul sebagai hidangan sederhana namun tak tergantikan.
Setelah perjalanan itu, rasa daun bép tetap melekat dalam ingatan saya. Setiap kali saya berkesempatan kembali ke desa, saya selalu ingin menikmati hidangan yang terbuat dari daun hutan ini lagi. Rasa daun bép yang sederhana namun kaya membuat santapan menjadi lebih lengkap. Kemudian, "kecanduan" saya terhadap daun bép mengikuti saya ke kota tanpa saya sadari. Setiap kali saya mengunjungi warung makan daerah dan melihat seikat daun bép hijau segar, saya tidak bisa menahan diri untuk membelinya. Membawanya pulang, mencucinya, dan mengolahnya dengan cara sederhana sudah cukup untuk memenuhi dapur kecil saya dengan aroma harum pegunungan dan hutan.
Di hari-hari yang sibuk, saya hanya punya waktu untuk merebus daun bép dan dengan cepat menghaluskan semangkuk garam dan cabai. Namun, hidangan itu tetap terasa sangat menggugah selera. Saat menggigit daun bép, saya tiba-tiba teringat akan makanan hangat di desa saya, tempat saya pertama kali merasakan cita rasa sederhana namun kaya dari anugerah pegunungan ini.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, terkadang hanya hidangan yang terbuat dari daun bép sudah cukup untuk membangkitkan kenangan akan desa, tempat yang melestarikan nilai-nilai kuliner sederhana namun berharga dari Dataran Tinggi Tengah.
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/la-bep-thuc-qua-cua-dai-ngan-1026971









Komentar (0)